oleh

PMII Jakarta Minta Luhut dan Jokowi Batalkan Annual Meeting IMF di Bali

JAKARTA – Puluhan aktivis Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Dalam aksinya itu, mereka menyatakan penolakannya terhadap kegiatan Annual Meeting IMF-World Bank Group di Bali yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.

Menurut mereka, kegiatan tersebut sama sekali tidak memberikan nilai faedah atau manfaat bagi Indonesia secara menyeluruh, apalagi agenda rapat IMF dan gubernur bank di seluruh dunia tersebut menggunakan anggaran negara yang notabane saat ini pemerintah Indonesia tengah memerlukan banyak sekali uang untuk menangani masalah bencana alam di beberapa daerah itu.

“Pertemuan besar itu yang menghabiskan anggaran dari APBN sebesar Rp588 Milyar, ini akan digunakan untuk melayani 19.800 orang tamu dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia,” kata Ketua PKC PMII DKI, Daud Gerung dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (4/10/2018).

Ia juga kecewa dengan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang memaksakan kehendak untuk tetap melanjutkan annual meeting tersebut.

“Di tengah situasi Indonesia yang sedang berduka akibat terjadinya musibah Gempa bumi dan Tsunami yang telah menelan ribuan korban masyarakat di Palu dan Donggala, pemerintah melalui Luhut Panjaitan secara reaksioner memberikan pernyataan secara pribadi tetap melanjutkan dan bertanggung jawab atas pertemuan Internasional,” ujarnya.

Melihat reaksi pemerintah itu, Daud menilai bahwa Joko Widodo sangat tidak mementingkan kemaslahatan rakyat Indonesia terlebih dahulu dan lebih mengedepankan kepentingan asing. Dimana seharusnya anggaran sebesar itu tidak untuk menjamu pertemuan yang dianggap tidak ada kepentingannya bagi bangsa Indonesia secara merata.

“Dalam kegiatan ini, kebijakan pemerintah Jokowi-JK sangat tidak relevan dengan prinsip Ekonomi Indonesia,” lanjutnya.

Apalagi pembahasan dalam pertemuan tersebut, Daud Gerung menyatakan sangat terlihat jelas bahwa pemerintah Indonesia secara sengaja memfasilitasi kelompok pemodal dalam melakukan penguatan kekuasaan imperialisme.

“Kekuatan-kekuatan modal yang akan datang akan memotret potensi Indonesia sebagai lahan melakukan penguasaan ekonomi,” tandasnya.

Maka dari itu, Daud pun menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengingatkan kepada pemerintah agar bersedia melakukan evaluasi diri bahwa mereka memiliki tanggungjawab penuh kepada bangsa dan Negara. Seharusnya, pemerintah lebih mengedepankan bagaimana meningkatkan sektor ekonomi sesuai dengan visi dan misi bangsa Indonesia, bukan mengedepankan kepentingan pemodal.

“PMII DKI Jakarta menilai bahwa pemerintah sudah saatnya diingatkan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan tidak sebatas euforia atau bahkan memberikan penguasaan ekonomi bangsa dikuasi pihak lain,” tuturnya.

“Pemerintah harus berfikir secara substansi. Bahwa sudah saatnya nasionalisme dalam sektor ekonomi harus diperkuat sebagai wujud kemerdekaan dan kedaulatan sebuah Negara. Kepentingan ekonomi yang sesuai dengan visi bangsa Indonesia yang berorientasi kepada pembangunan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Untuk itu, Daud pun menegaskan kembali bahwa pihaknya akan terus melakukan penolakannya terhadap kegiatan Annual Meeting IMF World Bank Group di Bali yang rencananya akan digelar mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 nanti di Bali.

“Kami dari PMII DKI Jakarta meminta Kepada Bapak Luhut Binsar Panjaitan untuk tidak menekan rakyat dalam mengkritisi pertemuan IMF dan WB. Stop keberpihakan pemerintah melalui BUMN yang memfasilitasi pertemuan IMF dan WB yang berpihak kepada investasi pemodal,” tegasnya.

Terakhir, jika sampai pemerintah tetap melanjutkan kegiatan tersebut, maka PMII DKI Jakarta bersama dengan seluruh organisasi Cipayung Plus akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

“Jika tuntutan kami ini tidak didengarkan dan segera dilaksanakan oleh Pemerintah, maka kami akan terus melakukan perlawanan dan kami akan menggelar aksi besar-besaran bersama organisasi Cipayung lainnya di depan Istana Negara,” tutupnya.

Komentar

News Feed