Start Awal, Buruh KSPI Konsolidasi Akbar Tagih Janji Anies Sandi

Ekonomi208 Dilihat

Jakarta – Ratusan massa buruh Federasi Serikat Pekerja Mandiri Indonesia (FSPMI) telah menggelar rapat konsolidasi akbar persiapan aksi May Day di Gedung PGRI (belakang plaza Tambun) Jl. Kalimaya 1 Blok B Desa Tambun Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi, Kamis kemarin (20/4).

Pantauan dilokasi turut hadir para elite buruh diantaranya Said iqbal ( Presiden KSPI/FSPMI, Nurcholis ( Pimpinan pusat FSPMI), Riden atamazis (Sekjen DPP FSPMI), Suprianto (Ketua KC FSPMI), Masrul Jambak, Nono, Edi (Divisi Aksi FSPMI), Oji (FSPMI Sektor Aneka Industri), dan Sobar dari (Sekretaris KC Kab Bekasi).

Dalam kesempatan tersebut, acara yang dimulai pukul 14.30 Wib dibuka dengan menyanyikan lagu Indonsia Raya dilanjutkan Mars FSPMI.

Buruh KSPI Oke OceSelanjutnya, secara bergiliran elite buruh menyampaikan orasi-orasinya sebagai pemanasan jelang May Day. Kesempatan pertama disampaikan Masrul Jambak yang menyampaikan jika buruh Bekasi turun ke Jakarta dan Kantor Pemda Kab Bekasi karena ada hal-hal yang tidak beres dalam kebijakan pemerintahan ini. Dia menyerukan agar semua kader FSPMI diharapkan siap turun berdemo dalam rangka memperingati HUT May Day pada tanggal 1 Mei 2017.

Buruh lainnya Suprianto mengatakan meskipun 1 Mei sudah diperingati hari buruh dan menjadi hari libur, tapi FSPMI tetap ngotot akan tetap demo ke Jakarta dan menurut data yang ada di Kantor KC Kab Bekasi yang sudah siap didemo sekitar 30.000 orang.

“Walaupun tidak ada PO Bus, buruh FSPMI siap demo ke Jakarta walaupun dengan berjalan kaki dan yang kita perjuangkan sampai saat ini adalah :
1. Hapus PP 78 tahun 2015
2. Hapus sistem kerja Outsourcing
3. Hapus sistem kerja Magang yang disalah gunakan,” bebernya.

Ditempat yang sama, Hendi dari (Pimpinan Pusat Sektor KMK) menyesalkan rencana penyesuaian upah buruh 2018 hanya 5 persen. Oji dari FSPMI Sektor Aneka Industri (AI) menjelaskan kebijakan rezim Jokowi-JK saat ini berharap tidak ada SP dan SB di Indonesia karena konsentrasi Pemerintah saat ini hanya untuk menarik Investasi.

“Banyak kebijakan penerimaan lowongan kerja sudah melenceng di Kab Bekasi, dengan alasan efisiensi PHK melanggar UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan ini marak terjadi,” kata dia.

Dan aparat Pemerintah hanya diam dan tidak pro buruh dan rakyat Indonesia. Saat ini disetiap Desa di Kab Bekasi ada pengumuman lowongan kerja kontrak 120 orang dan 28.000 orang seluruh Kab Bekasi. Buruh pastikan akan kepung Pemda Kab Bekasi dengan tuntutan hapus sistem pemagangan gaya baru.

“Orang asli Bekasi mau kerja kok di halangi, SP dan SB dan barisan terdepannya tokoh-tokoh ormas Kab Bekasi,” kata Oji.

Dia mengaku kecewa adanya informasi bahwa pada tanggal 26 April 2017 infonya ada peresmian peraturan sistem Magang gaya baru di Kab Bekasi oleh Presiden Jokowi. Dan yang terbaru dari Apindo Kab Bekasi ada 100 Perusahaan siap menerima lowongan kerja sistem Magang ini.

Nurcholis dari (Pimpinan Pusat FSPMI) menjelaskan penilaian Presiden FSPMI bahwa sejak tahun 2013 sampai tahun 2016 perjuangan FSPMI menurun dari merah berubah menjadi kuning dan saat ini hijau. Padahal FSPMI Kab Bekasi tolak ukur perjuangan buruh Indonesia.

“Lakukan terus konsolidasi seperti ini agar kebesaran FSPMI kembali seperti tahun 2012 lalu. FSPMI saat ini menilai BPJS sangat buruk, karena itu harus gratis,” jelasnya.

Disebutkan Sobar dari (Sekretaris KC Kab Bekasi) berharap bisa mengembalikan ruh gerakan buruh atau SP dan SB di Kab. Bekasi. Kabar dari Karawang UMK sektoral tahun 2017 belum jelas. Solidariry Forever adalah slogan FSPMI dalam berjuang. Sistem UMSK tahun 2017 di Kab Bekasi bukan lagi produk Dewan Pengupahan, tapi hasil perundingan Assosiasi Sektoral dengan PUK atau buruh tingkat pabrik-pabrik ujung-ujung nya agar SP dan SB hilang dari Bumi Indonesia.

“Sulitnya proses UMSK di Kab Bekasi akibat PP 78. Tahun 2015. Maka itu, hati-hati dengan program hiburan saat May Day tanggal 1 Mei 2017. Itu sebagai bentuk penggembosan gerakan buruh FSPMI. Baksos dan Donor Darah bisa dilakukan diluar tanggal 1 Mei 2017,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama Edi dari (Divisi Aksi PP FSPMI) mengakui bahwa kunci keberhasilan FSPMI saat ini adalah berada di tangan para pengurus PUK di setiap pabrik. Karena basis massa buruh / anggota FSPMI ada disana.

Masih kata dia, test chase bangkitnya kekuatan FSPMI Bekasi pada aksi tanggal 25 April 2017 demo di Pemda Kab Bekasi dan puncaknya tanggal 1 Mei 2017 demo di Jakarta, dengan rute long march dari Bundaran Hotel Indonesia ke Depan Istana Negara.

“Dan untuk agenda hiburan di Gelora Bung Karno untuk peringatan May Day ditiadakan,” ucapnya.

Dalam kesempatan terakhir, Presiden KSPI Said Iqbal membeberkan bahwa pengurus peserta rapat, bahwa FSPMI dalam memperingati May Day nanti dengan aksi turun ke jalan bukan dengan hiburan, seperti keinginan Pemerintah Jokowi.

Dia mengemukakan bahwa upah buruh di Indonesia saat ini sangat rendah. Padahal Presiden Jokowi mengatakan ekonomi Indonesia pertumbuhannya nomor tiga dari negara-negara lain diseluruh dunia. Tetapi kenapa upah buruh di Indonesia sangat rendah, dihargai hanya dengan 10 Dollar USA setara dengan harga setengah makanan Kebab di Kota Genewa dimana ILO bermarkas.

“Perjuangan bukan soal kalah menang, tetapi ini soal misi perjuangan mensejahterakan buruh di seluruh Indonesia. Hari ini kawan-kawan buruh di Jakarta telah menanda tangani MOU dengan Gubernur terpilih Anies Baswedan bahwa kenaikan UMK tahun 2018 tidak menggunakan PP 78 tahun 2015,” tegas dia.

Iqbal memohon kepada basis buruh Bekasi agar pada tanggal 1 Mei 2017 seluruh anggota FSPMI harus berdemo ke Jakarta dan PP FSPMI menargetkan massa buruh dari Bekasi 40.000 orang, buruh FSPMI sampai 50.000 orang, buruh FSPMI dan semua massa buruh FSPMI / KSPI di Jakarta nanti akan terkumpul sebanyak 100.000 orang buruh.

“Tuntutan nasional FSPMI / KSPI tahun 2017 adalah :
a. Hapus Outsourcing dan Pemagangan.
b. Gratiskan iuran jaminan BPJS dan Pensiun dan semua harus dibayar Pengusaha dan Pemerintah Pusat melalui APBN.
c.Tolak Upah Murah.
– FSPMI / KSPI berhasil memperjuangkan nasib buruh melalui jalur politik di DKI Jakarta dan hal ini juga harus berhasil didaerah-daerah lain,” tandasnya.

Komentar