Tabrak Kapal Ikan KM Panca Perkasa, Tanker MT Hellen 118 Diminta Tanggung Jawab

Ekonomi617 Dilihat

Jakarta – Informasi beredar viral bahwa Kapal tanker MT Hellen 118 yang bermuatan CPO telah menabrak kapal ikan KM Panca Perkasa, dengan nomor lambung GT 120 No. 2953 di perairan Pulau Rupat, Riau. Sehingga kecelakaan itu pun mengakibatkan kapal ikan asal Tanjung Balai tenggelam dan para awaknya sebanyak 34 orang terlempar ke laut.

Akibat kejadian tersebut, pemilik kapal tanker MT Hellen 118 didesak untuk bertanggungjawab atas peristiwa tertabraknya KM Panca Perkasa yang ditabrak kapal tanker MT Hellen 118 di perairan Pulau Rupat, Riau pada Sabtu (18/2) yang lalu.IMG-20170223-WA0037

Nahkoda KM Panca Perkasa, Beng Sun dan Wakil Nakhoda Budi Hendrik mengatakan, KM Panca Perkasa berangkat dari gudang Dunia Baru Tanjung Balai Asahan pada hari Selasa (14/2) guna mencari ikan dengan membawa dokumen yang lengkap menuju perairan Natuna melintasi perairan Batam.

Namun, setelah empat hari berlayar persisnya pada Sabtu (18/2), sekitar pukul 05.00 WIB, KM Panca Perkasa mendadak ditabrak kapal tanker MT Hellen 118 tanpa ada peringatan sebelumnya sehingga lambung kapal pecah, para awak kapal ketakutan bahkan sempat ada yang terjun jatuh kelaut.

“Para awak KM Panca Perkasa panik melompat ke laut, dengan benda seadanya, para awak berusaha menyelamatkan diri dan diselamatkan oleh kapal tanker yang menabrak,” ujar Budi Hendrik.

Namun sayangnya sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda dari pemilik kapal tanker MT Hellen 118 bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Pihaknya bersama nakhoda kapal KM Panca Perkasa sudah mengadukan persoalan ini ke Kantor Kesyahbandaran Departemen Perhubungan Kelas 1 Belawan.

“Kami kemari untuk mengadu, karena tenggelamnya kapal mengakibatkan kerugian mencapai Rp9 Miliar,” kata Budi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Perikanan Sumatera Utara (APUPSU) Zulfahri Siagian mendesak pemilik kapal tanker MT Hellen 118 harus bertanggungjawab atas kejadian ini, apalagi para awak kapal ikan hingga kini masih trauma.

Pihaknya akan mendampingi kapal KM Panca Perkasa yang mengalami kecelakaan untuk membuat laporan. Untuk itu, dia mendesak kapal tanker harus bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.

“Kita harap kasus ini segera ditindaklanjuti, rencananya para awak kapal nelayan kita akan dievakuasi diangkut dengan kapal untuk dibawa ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Gabion, Belawan,”‎ tandas Zulfahri.