Presiden Buruh Said Iqbal Tantang Duel Debat dengan Menteri Yuddy Chrisnandi

Ekonomi313 Dilihat

Beritaasatu – Kelompok buruh tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berencana akan berunjuk rasa selama seminggu mulai dari akhir Maret 2016 menyikapi penangkapan guru honorer asal Brebes, Mashudi yang mengirim Short Message Service (SMS) kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Yuddy Chrisnandi.

”Kami buruh tidak takut apapun bahkan terhadap kriminalisasi dan pelibasan serta tembak. Kami justru akan melakukan aksi selama seminggu mulai dari akhir Maret 2016,” demikian disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal, Kamis (10/3/2016).

Lebih lanjut, Said mendesak agar Menteri Yuddy harus segera mundur karena dianggap terlalu banyak melakukan pencitraan selama masuk dalam kabinet kerja Jokowi-JK.

”Saya kira Menteri Yuddy harus mundur karena banyak pencitraan mukanya saja, namun hatinya busuk. Menteri Yuddy beraninya hanya kepada guru honorer,” tutur dia.

Said Iqbal Fadly ZonSaid pun menantang agar bisa ditemukan dengan Yuddy untuk membedah dan mengupas tuntas masalah tersebut.

”Silahkan saya ditemukan oleh Yuddy, saya tantang dia dalam masalah ini. Jangan menjadi orang yang berhati busuk,” ucap dia.

Said pun menilai pencidukan terhadap Mashudi itu sangatlah aneh. Kata dia, edaran ujaran kebencian Kapolri digunakan sebagai dasar kriminalisasi. Ia pun meminta kepada Kepolisian untuk berkaca diri agar tak cuma menangkap orang kecil, namun kepada pemilik modal.

”Rakyat kecil digebuk, sedangkan yang mempunyai modal dilindungi. Apakah Kepolisian memberikan kriminalisasi terhadap rakyat kecil ini untuk melindungi para pemodal yang kuat. Rumah sakit Sumber Waras yang melibatkan Ahok, Kepolisian tidak berani dan hanya melindungi dengan dalil yang tidak ada dasarnya,” cetusnya.

Said menambahkan agar Menteri Yuddy dan Anis Baswedan untuk berhenti melakukan pencitraan dan tidak melakukan pembohongan. ”Jangan melakukan kriminalisasi terhadap guru dan pendidikan, sebaiknya anda turun saja dan tidak memberikan suatu perbaikan kepada kesejahteraan didunia pendidikan,” pungkasnya.

Komentar