Masyarakat Jangan Pesimis Dulu dengan Tapera

Ekonomi320 Dilihat

Beritaasatu – Bakal calon Bupati Bekasi Obon Tobroni mengingatkan agar masyarakat Indonesia khususnya buruh untuk tidak bersikap pesimis terlebih dulu dengan disahkannya Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) ini. Sebab Obon mengakui kebijakan pemerintah itu dinilai kurang sempurna, namun masih ada celah untuk melakukan perbaikan.

“Program pemerintah ini memang kurang sempurna, tapi minimal teman-teman buruh bisa belajar menabung untuk rumah sebagai tempat tinggal. Jangan pesimis dulu, masih ada celah melakukan perbaikan,” ungkap Obon saat diskusi bertema “Plus Minus Tapera” di Merdesa Coffie Jl. Veteran Jakarta, Senin (29/2/2016).

Diskusi "Plus Minus Tapera" oleh Jaringan Insan Muda Indonesia di Merdesa Coffie Jakarta, Senin (29/2/2016).
Diskusi “Plus Minus Tapera” oleh Jaringan Insan Muda Indonesia di Merdesa Coffie Jakarta, Senin (29/2/2016).

Turut hadir narasumber lainnya, Ketua SBSI’92 Sunarti, Koordinator Front Perjuangan Rakyat (FPR) Rudi HB Damman, dan Ketua Bidang Infrastruktur BPP HIPMI Ferry K.

Lebih lanjut, salah satu pentolan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu juga memberi masukan dalam perbaikan pembentukan UU Tapera tersebut agar program itu dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Perbaikan itu diantaranya, pertama persen potongan tidak menggunakan batas minimal. Selain itu, lanjut Obon, besaran setoran antara buruh dan pengusaha harus ada subsidi pemberintah.

“Dan yang tak kalah penting adalah pengelolaan lembaga super body itu harus ada badan pengawas,” tuturnya.

Lebih jauh, Obon mengingatkan agar program Tapera itu tidak dibatasi dengan upah sekitar 4 juta tapi berlaku keseluruhan.

“Dan beri sanksi hukum bagi perusahaan yang tidak menjalankan program pemerintah,” tandasnya.