Beritaasatu – Perusahaan kembali memutus hubungan kerja (PHK) buruh farmasi pabrik obat multinasional pada bulan Februari ini seperti yang terjadi PT. Novartis 100 orang di kuningan Jaksel dari total 300 orang, PT Sandoz 200 orang di Pasar Rebo Jaktim dari 300 orang, PT Sanopi Aventis 5 orang kemungkinan menjadi 100 orang di Jl. A. Yani Jaktim dari 300 orang.
“Kemungkinan menyusul PHK ratusan buruh di PT Merck, PT Glaxo, PT Jhonson and jhonson yang membuat resah ratusan buruh di perusahaan tersebut,” demikian disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Selasa (9/2/2016).

“Sungguh ini benar-benar ada PHK bukan main-main,” tuturnya.
Said melanjutkan, alasan PHK adalah karena perusahaan mengurangi kapasitas produksi.
“PHK ini mengada-ada dan perusahaan farmasi yang sudah memPHK buruhnya itu adalah perusahaan multinasional dari Perancis dan Swiss dan mereka sudah puluhan tahun di Indonesia,” tukasnya.







Komentar