Presiden Buruh: Gelombang PHK Juga Melanda Perusahaan Farmasi

Ekonomi304 Dilihat

Beritaasatu – Perusahaan kembali memutus hubungan kerja (PHK) buruh farmasi pabrik obat multinasional pada bulan Februari ini seperti yang terjadi PT. Novartis 100 orang di kuningan Jaksel dari total 300 orang, PT Sandoz 200 orang di Pasar Rebo Jaktim dari 300 orang, PT Sanopi Aventis 5 orang kemungkinan menjadi 100 orang di Jl. A. Yani Jaktim dari 300 orang.

“Kemungkinan menyusul PHK ratusan buruh  di PT Merck, PT Glaxo, PT Jhonson and jhonson yang membuat resah ratusan buruh di perusahaan tersebut,” demikian disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Selasa (9/2/2016).

Mogok Nasional
Mogok Nasional
Lebih lanjut, Said menyebutkan ratusan buruh yang sudah terPHK dan sedang berunding pesangon itu adalah anggota federasi serkat pekerja Farkes Reformasi yang juga anggota KSPI.Buruh pun mendesak pemerintah sungguh-sungguh bekerja untuk menghentikan gelombang PHK ini.

“Sungguh ini benar-benar ada PHK bukan main-main,” tuturnya.

Said melanjutkan, alasan PHK adalah karena perusahaan mengurangi kapasitas produksi.

“PHK ini mengada-ada dan perusahaan farmasi yang sudah memPHK buruhnya itu adalah perusahaan multinasional dari Perancis dan Swiss dan mereka sudah puluhan tahun di Indonesia,” tukasnya.

Komentar