Project Blok Masela Harus Ditunda !

Ekonomi339 Dilihat

Beritaasatu – Forum Masyarakat Maluku (Formama) menyebut Project Liquefied Natural Gas (LNG) Block Masela yang berlokasi dilepas pantai laut Arafura Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku akan menjadi project gas terbesar di dunia dan nilai investasinya konon bisa mencapai US$ 30 milar atau setara dengan 390 triliun rupiah.

Presidium Nasional Persatuan Aktifis 98 Arnold Thenu
Presidium Nasional Persatuan Aktifis 98 Arnold Thenu

“Dengan nilai sebesar itu, telah lahir anak haram bernama ‘conflict of interest’ hasil perselingkuhan dengan pemilik modal yang bernama majikan sehingga menjadi wajar para ‘middleman’ akan memanfaatkan sekaligus memperjuangkan sang majikan untuk mendapat hak kesulungan atas Project Block Masela,” demikian disampaikan Ketua Formama Arnold Thenu, Kamis (4/2/2016).

Ironisnya, lanjut Arnold, para pembantu Presiden tidak pernah membicarakan secara tersrtuktur dan sistematis perihal keuntungan kongkrit secara spesifik bagi masyarakat Maluku dengan keberadaan Project Block Masela tersebut namun justru terkesan memaksa Presiden untuk berdiri ditengah menjadi wasit dalam pertandingan perebutan lokasi “Darat (OnShore/Pipanisasi) Versus Laut (OffShore/Floating)” yang tidak pernah tuntas sampai saat ini.

Dikatakan dia, project block Masela yang akrab dengan sebutan “Gas Abadi” bagi masyarakat Maluku seharusnya menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Maluku agar masyarakat Maluku bisa menjadi ‘Tuan Rumah’ di negerinya sendiri maka PemProv harus merealisasikan misi kedua dari tiga misi PemProv yang berbunyi “Menjadikan masyarakat Maluku yang berkualitas dan Sejahtera”, maka misi itu harus dijadikan dasar dalam menjalankan tugas PemProv, sehingga menjadi wajar bila masyarakat Maluku diberi kuota pekerja sebesar 70% dalam Project tersebut.

“Bila dikatakan Sumber Daya Manusia di bumi Maluku tidak ada sebanyak itu maka mintalah investor untuk melakukan pelatihan bagi masyarakat Maluku dari sekarang untuk mengisi proyek “Gas Abadi” sebagai bentuk keseriusan investor dan PemProv harus dengan gagah berani meminta keuntungan yang real bagi masyarakat Maluku bukan menjebak dirinya untuk berjudi menjagokan perebutan lokasi “Darat (OnShore/Pipanisasi) Versus Laut (OffShore/Floating)”,” bebernya.

Lebih lanjut, Arnold mengemukakan masyarakat Maluku sebagai ahli waris ‘Gas Abadi’ tentunya tidak ingin invesment Project Block Masela berjalan tragis seperti yang terjadi di bumi cendrawasih dimana masyarakat Papua tidak mengalami kemajuan yang signifikan sekalipun ada perusahan tambang emas terbesar disana.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya tidak ingin dipaksa berjudi untuk memilih OffShore atau OnShore karena kami lebih senang bila ada kepastian yang tetap perihal keuntungan Project Block Masela bukan untuk oknum pejabat tapi keuntungan kongkrit bagi masayarakat Maluku secara nyata yang harus dituangkan tertulis dalam MOU.

“Namun saat ini kami belum mendengar apalagi melihat itu semua sehingga kami meminta agar Project Liquefied Natural Gas harus ditunda,” pungkasnya.

Komentar