Beritaasatu – Direktur Eksekutif Nusa Ina Institute (NII) Abdullah Kelrey, mengingatkan masyarakat Maluku dan Indonesia yang konsentrasi kawal pengelolaan blok Masela Maluku untuk tidak terjebak dengan persoalan yang di ributkan oleh Menteri ESDM dan Menko Maritim.

Selain itu, Kelrey juga menekankan agar tidak terjebak dengan urusan FI 50 untuk Pemda Maluku. Seharusnya yang perlu di perjelas hari ini adalah transparansi Gubernur Maluku kepada rakyat Maluku, perihal asal muasal fulus yang digunakan pengelolaan proyek tersebut yang akan di kelola BUMN atau swasta.
“Karena saya khawatir atas nama kekuasaan dan UU Gubernur diam-diam dan atur proyek itu sendiri dengan pihak swasta tanpa sepengetahuan rakyat. Jika terjadi seperi ini, maka sangat bahaya, bisa chaos lagi di Maluku ditambah lagi semua proyek bernilai cukup besar di Maluku hari ini di tanggulangi oleh para Cina, pribumi hanya di kasih proyek recehan,” tukasnya.