Pembangunan Poros Maritim Harus Disakralkan Dulu

Ekonomi346 Dilihat

Beritaasatu – Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi menilai pembangunan poros maritim haruslah disakralkan terlebih dahulu, selanjutnya menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. 

“Jika sudah dikerjakan harus pula diatur dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup agar tidak ada kesewenangan dalam memperlakukan laut,” kata Dedy, di bilangan Menteng, Jakarta, Minggu (10/5/2015).

Menurutnya, Laut dan sungai adalah spiritualitas. Kalau sudah ada, maka akan muncul keyakinan. “Seorang pemimpin pun kalau kita membaca sejarah masa lalu, harus bersenyawa dengan lautnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan Kerajaan Padjajaran pada masa jayanya juga menggunakan perairan sebagai akses utama aktifitasnya. Semua diawali dari pembangunan sungai-sungai yang dijadikan daerah lalu lintas pada masa itu, kemudian bermuara di laut. Buktinya ada selat Sunda. 

“Tapi persoalannya, kebiasaan orang Indonesia selalu membenahi laut kalporos-maritimau itu dijadikan proyek. Sementara laut adalah peradaban, sistem pemetaan perumahan, dan sakral,” terangnya.

Komentar