Momentum May Day, DPP PKS Dukung Tuntutan Kaum Buruh

Ekonomi276 Dilihat

buruh KSPIBeritaasatu – Hari ini, 1 Mei (May Day) merupakan hari yang diperingati oleh buruh di seluruh dunia sebagai momentum kebangkitan dan perbaikan. Dalam konteks ke-Indonesiaan, hari ini diperingati oleh berbagai elemen buruh yang turun kejalan dengan menyerukan berbagai tuntutan.

“Saya mendukung berbagai tuntutan kaum buruh Indonesia, karena memang hal tersebut merupakan hal mendasar yang sudah seharusnya mereka dapatkan,” demikian disampaikan Ketua Departemen Buruh DPP PKS, Indra, Jumat (1/5/2015).

Lebih lanjut, Indra meminta agar pemerintah harus menjamin peningkatan kesejahteraan, upah layak, penghapusan perbudakan modern dalam bentuk praktik outsourcing dan kerja kontrak yang menyimpang, jaminan kebebasan berserikat, tindak PHK sepihak, jaminan sosial security, dll.

“Tidak sepantasnya pemerintah membebani buruh dengan tingginya harga BBM, TDL, berbagai kebutuhn pokok lainnya. Sangat bebal apabila pemerintah berencana membuat kebijakan yang hanya akan menaikan upah 5 tahun sekali yang akan memiskinkan kaum buruh,” terangnya.

Dikatakan Dewan Pakar Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia itu, persoalan mendasar kenapa akhirnya setiap May Day buruh terus berdemonstrasi dan turun ke jalan, karena memang selama ini pemerintah telah gagal dan lalai memenuhi amanah UU dan UUD’45 yang menjamin berbagai hak buruh. Penegakan hukum atas pemenuhan hak dasar buruh dan berbagai penyimpangan selama ini sangatlah lemah.

“Pemerintah terlalu sering abai dan bahkan lebih sering berselingkuh dengan para pengusaha dan kapitalis dengan membiarkan berbagai penyimpangan atas hak-hak buruh,” ungkapnya.

Oleh karena itu di momen May Day ini, dirinya mendesak Presiden Jokowi untuk mendengarkan dan memenuhi tuntutan buruh tersebut. Presiden sudah seharusnya memberikan kado kongkrit buat buruh dalam bentuk memenuhi tuntutan kaum buruh tersebut dan bukan lagi pencitraan belaka yang tidak bermakna buat buruh.

“Jokowi harus buktikan bahwa dia “Seorang Presiden yang sebenarnya”, yakni Presiden yang mampu memenuhi janji-janji kampanyenya pada kaum buruh sewaktu Pilpres dan juga tertuang dalam Nawacita,” tukasnya.

Komentar