oleh

Ustadz Iman Himbau Umat Islam Lebakwangi Kabupaten Kuningan Tolak Faham Radikalisme dan anti Pancasila

-Berita-6 views

Kuningan – Umat Islam di Kecamatan Lebakwangi, Kuningan telah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H pada hari minggu, 1 Desember 2019. Acara tersebut dilaksanakan ba’da shalat Isya di lapangan Musholla Al-Barokah,Blok Wage RT 13 Desa Pangundan Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dan dihadiri oleh para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan aparat Desa Pagundan serta sekitar 1.000 Orang Jama’ah.

Acara terlaksana atas kerjasama warga Desa Pagundan Blok Wage dengan Jama’ah Majelis Rasulullah SAW wilayah Kabupaten Kuningan dengan mengangkat tema : “Memperkuat Persatuan & Persaudaraan Sebagai Perwujudan Meneladani Nabi Muhammad SAW”.

Ustadz Rasim selaku panitia acara menyampaikan ajakannya kepada para hadirin untuk bersama-sama meneladani akhlakul karimah yang ada pada diri Rasulullah SAW.

“Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H mari sama-sama kita tumbuhkan toleransi sesama umat beragama demi terwujudnya persatuan dan persaudaraan sesama warga negara Indonesia,” kata Ustadz Rasim.

Dalam sambutannya Ustadz Iman Aruman selaku ketua panitia acara menghimbau kepada seluruh hadirin untuk selalu waspada dan bersinergi dengan pemerintah untuk menolak faham radikalisme ataupun anti Pancasila lainnya.

“Kami menghimbau kepada para hadirin bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama menolak faham-faham yang kurang begitu jelas seperti radikalisme ataupun anti Pancasila lainnya, semua faham-faham yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW mari sama-sama kita tolak,” imbau Ustadz Iman.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Asep selaku PJS Kades Pagundan Lebakwangi Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dalam sambutannya tersebut Asep menyampaikan apresiasi kepada panitia acara yang telah bersedia memberikan himbauan kepada para hadirin untuk bersama-sama bersinergi dengan pemerintah untuk menolak faham radikal ataupun anti Pancasila lainnya.

Atas nama Pemerintah Desa Pagundan menghimbau kepada para hadirin untuk mengeratkan kembali ukhuwah islamiyyah dan persatuan sesama anak bangsa pasca adanya perbedaan politik pada Pemilu 2019 demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari KH Nunung selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Pagundan Lebakwangi Kabupaten Kuningan, dalam sambutannya menyampaikan himbauan kepada para hadirin untuk bersama-sama meneladani dan mengaplikasikan akhlakul karimah Rasulullah dan juga ajaran agama islam yang penuh kasih sayang terhadap seluruh mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya Indonesia sebagai Baldatun Toyibatun warabbun Ghofur.

Dalam acara tersebut juga terpasang spanduk yang berisi himbauan untuk menolak faham radikalisme, dimana spanduk tersebut dipasang di pintu masuk akses menuju lokasi acara.adapun isi spanduk tersebut yaitu : “KAMI WARGA KEC.LEBAKWANGI KABUPATEN KUNINGAN MENOLAK FAHAM RADIKALISME DAN ANTI PANCASILA,NKRI HARGA MATI”.

Adapun penceramah dalam peringatan maulid nabi tersebut yaitu Habib Abdullah Rifky Alydrus yang merupakan Dewan Guru Majelis Rasulullah (MR) Jawa Barat.

Habib Abdullah Rifky Alydrua atau yang biasa dipanggil Habib Rifky dalam ceramahnya menyampaikan kepada para hadirin untuk selalu waspada terhadap kelompok faham radikal yang mudah membid,ahkan dan mengkafirkan umat, hal tersebut tentu dapat membahayakan bagi persatuan dan kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia serta keutuhan NKRI untuk itu mari sama-sama kita tolak keberadaan kelompok faham radikal tersebut.

Selain itu Habib juga menghimbau kepada para hadirin untuk tidak mudah terpengaruh terhadap ajakan kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan umat demi kepentingan politik dengan mengatasnamakan agama, seperti ajakan untuk mengikuti aksi reuni 212 di Jakarta, Pemilu 2019 telah selesai tugas kita selanjutnya adalah mendukung kinerja pemerintah dalam membangun bangsa agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik demi terwujudnya Indonesia sebagai Baldatun Toyibatun Warabbun Ghofur.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan do’a untuk kedamaian dan kesejahteraan bangsa Indonesia oleh Habib Abdullah Rifky Alaydrus. []

Komentar

News Feed