RT Inggris Gandaria Utara, Inovasi Belajar Bahasa Inggris Gratis dan Menyenangkan

Berita Utama24 Dilihat

Jakarta Selatan — Jika selama ini masyarakat mengenal Kampung Inggris di Pare, Kediri, ada inovasi menarik dari tingkat lingkungan warga di Jakarta Selatan. Di RT 11 RW 7, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, hadir program RT Inggris, sebuah gerakan belajar bahasa Inggris yang gratis, terbuka untuk semua kalangan, dan dikemas secara menyenangkan atau fun.

RT Inggris merupakan bagian dari kelanjutan inovasi Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan), khususnya pilar ketiga bidang pendidikan, yang digagas Ketua RT 11 RW 7, Imam Basori.

Program ini tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, remaja, orang tua, ibu rumah tangga, pedagang warung, tukang bakso hingga lansia dapat ikut belajar tanpa dipungut biaya.

“RT Inggris ini untuk semua kalangan dan gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, tidak ada biaya kursus. Kami ingin warga belajar bahasa Inggris dengan suasana yang fun, santai, dan tidak merasa sedang mengikuti pelajaran yang berat,” ujar Imam Basori.

Menurut Imam, konsep utama RT Inggris adalah membuat bahasa Inggris terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Warga tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi diajak mendengar, mengucapkan, mengulang dan mempraktikkan kosakata sederhana dalam suasana yang menyenangkan.

“Kami ingin mengubah mindset bahwa belajar bahasa Inggris itu sulit dan mahal. Di sini kita belajar bersama, salah tidak apa-apa, yang penting berani mencoba. Karena kalau belajarnya fun, anak-anak maupun orang dewasa akan lebih mudah menikmati prosesnya,” katanya.

Uniknya, pembelajaran juga memanfaatkan fasilitas sederhana yang sudah tersedia di lingkungan warga. Materi dan latihan bahasa Inggris diputar melalui pengeras suara atau TOA masjid/RT setiap pagi, sehingga warga dapat mendengarkan sambil menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Bayangkan, pagi-pagi warga berangkat kerja, membuka warung, menyapu halaman, atau anak-anak bersiap sekolah, mereka bisa sambil mendengarkan kosakata bahasa Inggris. Jadi lingkungan RT-nya ikut menjadi ruang belajar,” tutur Imam.

Program tersebut menggunakan dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pendidikan warga.

Imam menegaskan, tujuan RT Inggris bukan sekadar mengajarkan kemampuan berbahasa, tetapi membangun budaya belajar di lingkungan masyarakat.

“Kami ingin RT bukan hanya menjadi tempat mengurus administrasi warga. RT juga bisa menjadi tempat anak-anak belajar, orang tua belajar, dan semua warga berkembang bersama. Kalau pendidikan bisa dimulai dari lingkungan terkecil, kenapa tidak kita mulai dari RT?” ujarnya.

Ia berharap konsep tersebut dapat menginspirasi lingkungan lain untuk menghadirkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Tidak perlu menunggu program besar. Dengan kreativitas, kemauan dan gotong royong, sebuah RT pun bisa membuat inovasi. Pare punya Kampung Inggris, Gandaria Utara punya RT Inggris. Semoga nanti semakin banyak RT di Jakarta yang punya program pendidikan gratis dan menyenangkan untuk warganya,” kata Imam.

RT Inggris bukan sekadar belajar bahasa Inggris. Ini tentang membuat belajar menjadi kebiasaan, membuat pendidikan terasa dekat, dan membuat semua warga punya kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa biaya dan tanpa batas usia.