Mendesak Transparansi Blok Masela

Ekonomi236 Dilihat

Jakarta – Puluhan pemuda asal pulau seram maluku siang tadi melaksanakan acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema : Blok Masela : Kepentingan Bangsa atau Koorporasi? dan sekaligus Launching Wadah baru yang di berikan nama,”Youth Network Mothers Island”.

Acara tersebut berlangsung di XO Caffe Kompleks Apartemen Kaibata Citty bilangan Jakarta Selatan, Kamis, (16/02/2017).

Dalam FGD tersebut Ketua Komitte – Youth Network Mothers Island, Abdullah Kelrey, menyoroti pengelolaan blok Masela di Maluku, Kelrey mengatakan bahwa, hiruk-pikuk soal Blok Masela di tahun 2016 lalu telah hilang dari radar masyarakat dan aktivis.

KelreyLebih lanjut Kelrey, menilai bahwa proyek tersebut belumlah selesai, terutama soal pembebasan lahan dan MOU nya antara rakyat, pemerintah daerah dan pusat.

“Soal pembebasan lahan untuk proyek gas Masela di Maluku sangat merugikan masyarakat setempat,” kata dia.

Selain itu, kata Kelrey, MoU antara pusat dan daerah belum selesai apalagi dengan masyarakat setempat, walaupun selama ini ada klaim bahwa sudah selesai MOU nama hanya sekelompok koorporasi dan pemerintah buakan dengan masyarakat.

Pria asal pulau seram maluku itu juga menegaskan bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah, agar pengelolaannya harus transparan, terarah, dan terukur untuk kesejahteraan rakyat Maluku. Pada akhir pembicaraan nya, Kelrey, mengajak masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Kalau bisa kita datangi pemerintah pusat minta hasil pertandingan antara gubernur Maluku dan pemerintah pusat,” tandasnya.

Komentar