Alasan Sakit Jantung, Bekas Ketua BPK Hadi Poernomo Tak Penuhi Panggilan KPK

Hukum233 Dilihat

Hadi PoernomoJakarta, beritaasatu.com – Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Poernomo kembali tak memenuhi pemeriksaan yang sudah dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/3/2015).

Tersangka kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA) tahun 1999 ini, sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Pondok Indah.

“Tadi saya kasih suratnya ke KPK lewat staf saya, yang istilahnya saya bilang surat dokter (rujukan dokter jantung). Baru saja saya ketemu Pak Hadi Poernomo di RS Pondok Indah dan memang harus ada tindakannya,” tutur Kuasa Hukum Hadi Poernomo, Yanuar P Wasesa saat dikonfirmasi.

Menurut Yanuar, sehari sebelumnya, pada sore hari Hadi Poernomo sempat memastikan akan memenuhi panggilan penyidik KPK. Namun, sambung dia, pada malam hari pihak keluarga menghubungi bahwa mantan Dirjen Pajak itu tak bisa memenuhi pemeriksaan di KPK.

“Kemarin sore saya ketemu Pak Hadi, beliau bilang: mas saya besok pagi datang memenuhi panggilan, sekira jam 7. Tapi sekira setengah 11 saya mendapat sms dan telepon dari keluarganya Pak Hadi, jadi rupanya Pak Hadi diberi rujukan dokter karena problem jantung,” ujarnya.

Menurut dia, Hadi Poernomo mendapatkan pilihan untuk dirujuk ke salah satu RS di Jakarta dari dokter di salah satu klinik di Jalan Teuku Cik Ditiro, Joko Maryonodari untuk dilakukan perawatan sesuai dengan problem jantung kliennya.

“Beliau diberi pilihan kalau gak ke RS Pondok Indah ke RS Pertamina, jadi beliau mulai hari ini dirawat di RS Pondok Indah. Kita terbuka kok, observasi berikutnya mungkin akan saya sampaikan ke KPK supaya lebih jelas,” tandasnya.

Komentar