
“Supaya tidak ada kegaduhan baru atau penilaian dari teman-teman di DPR bahwa presiden telah mempermainkan atau melecehkan DPR,” jelas Arsul di Jakarta, (19/2/15).
Menurut Asrul bahwa dirinya belum mengtahui alasan yang akan disampaikan Presiden Jokowi dalam suratnya ke DPR. Namun, Arsul tetap mengingatkan pentingnya presiden buka-bukaan soal pembatalan pelantikan BG Kapolri.
“Perlu ada penjelasan mengapa BG tidak dilantik, lalu apa statusnya ditarik atau dibatalkan. Juga ada penjelasan mengapa Badrodin yang diajukan sebagai calon penggantinya. Mengenai sikap DPR, apakah termasuk menggunakan hak interpelasi, sedikit banyak tergantung penjelasan presiden,” terangnya. (Ar)