oleh

Pemilu Serentak 2019 Berjalan Aman, Elit Politik Diminta Tak Keluarkan Pernyataan Provokatif

-Politik-196 views

JAKARTA – Pesta demokrasi yang digelar serentak (Pileg dan Pilpres 2019) di Indonesia menuai pujian dari Negara luar. Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) menyebut hajatan lima tahunan itu telah berjalan aman dan kondusif.

“Tapi tetap waspada adanya pihak atau elit politik yang memunculkan narasi provokatif sehingga menimbulkan kegaduhan dan berpotensi perpecahan antar sesama anak bangsa,” ungkap Ketua Umum FKMTHI Achmad Sayuti, hari ini.

Menurut dia, pernyataan elit yang menggiring upaya gerakan people power itu sangatlah berbahaya khususnya di wilayah akar rumput. Seharusnya elit politik menjaga stabilitas dan kekondusifan baik dimedia sosial maupun di dunia nyata.

“Banyak laporan antar tetangga tidak menyapa, karena perbedaan pilihan. Rekonsiliasi lah solusinya, akhiri polarisasi perbedaan pilihan. Kita adalah sama bangsa Indonesia,” jelas Sayuti.

Dia menyayangkan jika kemajuan tehnologi justru disalahgunakan untuk dijadikan arena caci maki dan saling fitnah antar fanatisme golongan, sehingga korespodensial dari komunikasi menyebabkan ketersinggungan dan kontak fisik itu akan terjadi.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan rekonsiliasi demi menjaga keutuhan tanpa ada perpecahan bangsa dan menjunjung tinggi perdamaian. Karena yang paling penting dari politik adalah persatuan dan kedewasaan para elite politik untuk menjaga stabilitas bangsa dan masyarakat Indonesia,” tuturnya lagi.

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut mengatakan bahwa esensi dari demokrasi bukan persoalan kalah dan menang tapi soal bagaimana pemimpin bisa menjaga dan memajukan bangsa dengan asas kerukunan dan persatuan.

“Pemilu sudah berjalan lancar maka kami berharap kepada elite politik untuk menjaga kebersamaan, bersama membangun bangsa dengan jiwa yang patriot,” terang Sayuti.

“Rakyat Indonesia harus tinggalkan simbol 01 dan 02 yang harus ditunjukan ke dunia adalah nomor 3 Persatuan Indonesia. Bahwa, rakyat Indonesia dewasa dalam menerima realitas politik,” pungkasnya.

Komentar

News Feed