oleh

Ajakan Pemilu Damai & Hindari Hoaks saat Isra Mi’raj di Ponpes Fisabilillah

-Politik-444 views

JAKTIM – Yayasan Fisabilillah Pondok Rangon Cipayung Jakarta Timur menggelar acara Isra’ Mi’raj bertema “Sholat Mendorong Umat Islam Untuk Jujur dan Menjaga Keamanan dan Ketentraman Lingkungan”, Minggu (31/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Ponpes Fisabilillah Ustadz Endang Sudarso berpesan agar kepada jamaah berhati-hati menerima informasi palsu yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Kata dia, hoaks sebenarnya adalah tindakan zalim yang dibenci oleh Tuhan.

”Makanya sebaiknya seluruh umat Islam di Indonesia menghindarkan diri dari membuat dan turut serta penyebaran hoaks,” ujarnya.

Ditambahkan, hoaks sebagai tindakan yang dibenci Allah SWT juga menghambat ridho Tuhan dalam perjuangan membangun negeri ini menjadi lebih baik.

Selain itu, peringatan Isra Miraj yang dihadiri ratusan jamaah itu diisi ceramah agama oleh Ustadzah Imas Tuti Alawiah yang menyampaikan agar peringatan Isra’ Mi’raj bisa dijadikan sarana untuk memperbaiki shalat dan senantiasa bersyukur.

“Insya Allah, Indonesia akan menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera, dan lebih baik lagi di masa mendatang, hingga menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” terangnya.

“Mari jadikan sholat kita untuk menjadikan pribadi muslimin yang berkata jujur. Karena saat ini Negeri kita sedang dalam rangkaian Pemilu dan jadikan Pemilu ini pemilu Damai,” ucap Imas lagi.

Ditempat yang sama, KH. Drs. Ahmad Damanhuri, mengingatkan bahwa salah satu hikmah Isra Mi’raj adalah menerima perintah ibadah sholat lima waktu dan perbuatan dusta atau bohong akan mengarahkan kepada Neraka. Ia pun meminta semua pihak bisa saling menghargai terkait perbedaan pilihan politik di Pilpres 2019.

“Tidak masalah kita mau memilih mana saja dalam Pemilu nanti. Terpenting jangan berbuat dosa dengan berkata bohong. Dan ingat bahwasanya kita selalu diperhatikan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Di sela-sela itu juga dilakukan santunan untuk para janda, anak yatim dan kaum dhuafa.

Komentar

News Feed