oleh

Rekrutmen Di Parpol Beri Porsi Ideal untuk Anak Muda

-Politik-415 views

JAKARTA – Partai Politik diharapkan bisa memberikan kesempatan kepada para pemuda Indonesia untuk turut mewarnai demokrasi. Selaras dengan itu, para pemuda juga dituntut mampu mentransformasikan system nilai kepartaian sesuai dengan konteks zamannya, tanpa menggerus ideologi partai itu sendiri.

Hal ini diungkapkan oleh Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Firman Jaya Daely dalam dialog publik ‘Politik Indonesia: Tantangan dan Peluang Pemuda’ yang digelaroleh Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Jumat, 25 Januari 2019.

“Kepartaian kita sebaiknya dapat mendengar suara pemuda, ramah terhadap mereka dan mampu memberikan kesempatan untuk memimpin,” kata Firman Jaya Daeli.

Menurut mantan Komisi Politik dan Hukum DPR RI ini, secara teknis misalnya, partai politik dapat memberikan ruang lewat kontestasi politik di legislatif maupun eksekutif untuk para pemuda untuk turut bertarung.

Pernyataan yang sama juga diutarakan oleh Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Irfan Ahmad Fauzi. Irfan mengatakan, rekrutmen atau kaderisasi di partai politik belum memberikan porsi yang ideal untuk anak muda dalam berkiprah.

Jika pun kesempatan itu diberikan maka tantangan pemuda berikutnya adalah realitas demokrasi di tengah-tengah masyarakat yang pragmatis. Para pemuda yang maju dalam pemilihan legislatif, misalnya, akan berhadapan dengan politisi-politisi senior yang punya modal dan pengalaman.

“Realitasnya para pemuda akan diperhadapkan dengan demokrasi hari ini yang mahal. Katakanlah alumni dari organisasi mahasiswa Cipayung yang hanya bermodal kan visi, semangat dan idealisme, berhadapan dengan para senior-seniornya yang mempunyai modal besar dan pengalaman, maka peluang untuk turut mewarnai itu menjadi sempit,” jelas Irfan.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PP GMKI, David Sitorus,mengutarakan situasi di dalam partai politik yang tidak demokratis. Pemuda, menurutnya, di partai politik belum menjadi prioritas.

“Hanya menjadi alat legitimasi untuk menarik suara kaum milenials,” katanya.

Padahal tidak sedikit pemuda yang secara kualitas tidak kalah dengan para senior-seniornya. Oleh karena itu David berharap, kedepan, partai mampu mendesain system rekrutmen calon pemimpin yang adil dan mampu mengakomodir siapapun dengan kualitas yang terukur.

Komentar

News Feed