oleh

Ribuan Massa Ikuti Deklarasi Dukung Jokowi di Riau, Kok Dibilang Banyak Kursi Kosong !

-Politik-224 views

Riau – Ribuan massa antusias mengikuti deklarasi dukungan kepada calon Presiden-calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin digelar di Hotel Arya Duta, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (10/10). Acara turut dihadiri 12 kepala daerah di Riau.

Rangkaian deklarasi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Tampak 12 kepala daerah duduk di bagian terdepan. Ada Bupati Siak Syamsuar yang juga merupakan Gubernur Riau terpilih dengan Wakil Gubernur Riau terpilih Edy Natar Nasution.

Turut hadir pula Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wali Kota Dumai Zulkifli As, Bupati Rokan Hilir Suyatno, Bupati Indragiri Hilir Wardan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dan Bupati Rokan Hulu Sukiman. Selanjutnya ada Bupati Kampar Azis Zaenal, Bupati Meranti Irwan Nasir, Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto, Bupati Kuantan Singingi Mursini, dan Bupati Pelalawan M Harris.

Deklarasi diawali dengan pertunjukan tari persembahan. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan pembacaan doa untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Ketua Panitia Deklarasi Bersama pro Jokowi (Projo) H Syahrin Nasution mengatakan, persiapan untuk acara deklarasi hanya dilakukan dalam dua hari saja.

“Kami di sini mendukung Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk satu periode mendatang. Kami bersyukur para undangan hadir dalam acara,” kata Syahrin saat menyampaikan sambutan.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPD Projo Riau Sonny M Silaban. Ia menyampaikan, acara ini diadakan untuk mendeklarasi dukungan kepada Jokowi untuk satu periode lagi.

“Kemudian diadakan juga acara pengumpulan donasi untuk korban di Palu dan Donggala,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Deklarasi PROJO Budi Aries Setiadi menyebut hanya ada tiga alasan untuk memilih Jokowi – Ma’ruf Amin yakni bekerja sepenuh hati untuk rakyat, Jokowi tidak KKN, dan Jokowi tidak membangun dinasti politik dan dinasti ekonomi.

“Presiden yang cinta rakyat adalah bukti mencintai Negara Indonesia ini dan itu hanya ada pada kepemimpinan Bapak Jokowi,” katanya.

Budi pun menyerukan agar menyetop isu hoaks seperti drama operasi plastik dan mengapresiasi pihak Kepolisian untuk mengungkap pelaku pembuat dan penyebar hoaks yang memojokkan Capres dan Cawapres Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Bersama-sama kita memenangkan Bapak Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Provinsi Riau,” tambah dia.

Tim #Cakra19 Pusat Laksamana Muda (Purn) Iskandar Sitompul Sitompul menginstuksikan kepada para pendukung Jokowi untuk berani mendeklarasikan serta memenangkan Jokowi 2 periode lagi.

“Jokowi tak punya niat mendirikan dinasti politik. Program Nawacita Jokowi harus kita tuntaskan kembali pada periode kedua beliau sehingga terasa kepada masyarakat,” tutup dia.

Diakhir acara, ditutup dengan deklarasi bersama dukungan Jokowi – Kyai Ma’ruf Amin yakni :
Pertama, siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua, siap menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa dengan berupaya sekuat tenaga dalam menciptakan iklim politik yang aman, sejuk dan damai, serta berusaha tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

Ketiga, siap merawat keharmonisan hubungan antar warga negara, bersikap toleran dan saling menghormati setiap perbedaan pilihan politik.

Keempat, siap mendorong seluruh elemen masyarakat agar melaksanakan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019, tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang

Kelima, siap memenangkan pasangan Ir. Joko Widodo- KH. Ma’ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019.

Terakhir, siap mengajak jama’ah dan menyampaikan kepada umat agar tetap tunduk dan patuh terhadap peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta menegaskan bahwa tidak benar jika saat acara berlangsung banyak tempat yang masih kosong. Justru, kata dia, kursi penuh saat pelaksanaan deklarasi.

“Ada yang goreng berita banyak kursi kosong. Padahal para peserta bludak, penuh terisi. Ada yang main hoaks lagi nich, parah. Ada yang bikin berita judulnya tendensius, kok bilang kursi kosong. Kalau bilang kosong hoaks itu,” jelas dia.

Komentar

News Feed