oleh

Yusril Ogah Dukung Prabowo Karena Sepelekan Suara Ulama

-Politik-239 views

JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa manufer politik Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai Calon Presiden dengan menggandeng Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Cawapresnya telah memperburuk citra Ulama yang mendukungnya.

Pasalnya, jika merujuk pada hasil musyawarah Ijtim Ulama dan Tokoh Bangsa di Hotel Peninsula yang ternyata mendapatkan dua opsi pasangan Capres-Cawapres pun tidak diindahkan.

“Ulama-ulama yang berijtimak itu kini berada dalam dilema. Apakah mereka akan menarik dukungan dari Prabowo karena tidak patuh kepada hasil ijtimak,” kata Yusril dalam keterangan persnya.

Apalagi pasca pendaftaran pasangan Capres-Cawapres di KPU pada hari Jumat (10/8) kemarin mendadak beredar maklumat dari Imam Besar Habib Muhammad Rizieq bin Shihab dari Makkah, bahwa untuk menyikapi sikap politik Prabowo tersebut akan digelar kembali Ijtima Ulama jilid II. Opsi ini juga akan menjadi buah simalakama bagi citra mereka sendiri, karena ulama ternyata bisa disetir oleh politikus.

“Atau Ijtimak Jilid II akan mengeluarkan keputusan baru sebagai ‘qaul jadid’ yakni mencabut ‘qaul qadim’ keputusan sebelumnya, artinya pedagangpun boleh dipilih jadi Wapres, tidak perlu ulama spt UAS dan USA,” lanjutnya.

“Kalau ini terjadi, maka di mana muka para ulama itu akan ditempatkan?,” tegasnya.

Dengan dasar itulah, Yusril menegaskan bahwa PBB sangat patuh pada ulama dan dalam hal ini adalah Ijtima Ulama yang menyebutkan nama Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustadz Salim Segaf Aljufri (USA) sebagai Cawapres pilihan ummat. Maka dari itu PBB menyatakan tidak akan memilih pihak yang menciderai pilihan Ulama itu.

“Sekarang, siapa yang tidak taat kepada ulama?,” tutur Yusril.

Komentar

News Feed