Anak Buah Prabowo: Jangan Jadikan DKI Jakarta Uji Coba Politik Dinasti

Politik377 Dilihat

Jakarta – Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Anggawira menilai, dinasti politik memiliki potensi korupsi yang besar. Menurut Angga, modus politik dinasti biasanya dilakukan penguasa dengan menempatkan orang-orang yang masih berhubungan darah dan keturunasebagai pejabat publik.

Hal tersebut disampaikan Anggawira menanggapi banyaknya pejabat daerah hasil dari dinasti politik yang tersangkut kasus korupsi. Seperti Bupati Klaten, Sri Hartini dan Ratu Atut Chosiyah di Banten.

“Kita lihat dinasti politik yang dibangun di Indonesia termasuk Klaten dan Banten motifnya bukan mendedikasikan diri untuk memaksimalkan pelayanan publik atau bekerja demi masyarakat. Tapi rentan terjadi hal yang sifatnya pada korupsi yang terstruktur,” ujar Anggawira yang juga Koordinator Sahabat Anies-Sandi hari ini.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Menurutnya, politik dinasti jelas bertentangan dengan budaya demokrasi yang sedang tumbuh di Indonesia.

“Politik dinasti pasti mengabaikan kompetensi dan rekam jejak. Kadangkala politik dinasti sengaja dibingkai seakan-seakan memang lazim dalam berdemokrasi. Padahal jika terjadi akan sangat masif korupsinya seperti yang sekarang baru terjadi,” kata Angga yang juga Fungsionaris Partai Gerindra.

Anak buah Prabowo itu juga menyindir pasangan calon nomor urut 1 untuk Pilkada DKI Jakarta tentang politik dinasti. Menurutnya, ini juga harus diperhatikan karena yang diutamakan adalah rekam jejak dan kapasitas yang mumpuni.

“Kita harus pilih berdasarkan rekam jejak, kualitas, dan kapasitas calon pemimpin. Jangan belum siap pimpin Jakarta karena didorong keluarga untuk maju jadinya bangun dinasti politik,” tutup Angga.

Komentar