Beritaasatu – Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar Mahyuddin menyetujui adanya setoran dana atau urunan bagi pihak-pihak yang
ingin maju ke bursa pemilihan Ketua Umum
Partai Golkar demi mencegah praktek politik uang di Munaslub Golkar.
Namun, Wakil Ketua MPR itu tidak setuju dengan usulan panitia pengarah atau Sterring Comitte/Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar terkait setoran dana sebesar Rp 20 Miliar tersebut.
“Saya sebagai yang mencalonkan diri, setuju kalau urunan demi mencegah politik uang. Tapi kalau Rp 20 miliar, ya itu tidak mungkin saya mampu,” ungkap Mahyuddin diskusi politik ‘Bedah visi misi caketum Partai Golkar dan Reformulasi Sistem Politik Indonesia’ di Kantor Jenggala Center, Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Lebih lanjut, Mahyuddin mengingatkan agar patungan maupun urunan tersebut agar yang masuk akal. Sebab, Mahyuddin mengaku harta kekayaannya tidak mencapai angka tersebut.
“Harta saya saja masih jauh dari segitu. Maka patungan atau urunannya yang masuk akal lah,” tegas dia.
Lebih jauh, Mahyuddin pun berharap agar Munaslub Golkar segera di selenggarakan paling lambat bulan Mei 2016.
“Munas Golkar ini paling tidak dilaksanakan bulan Mei 2016, kalau tidak ya wasalam,” tukasnya.







Komentar