Beritaasatu – Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Mudhofir Khamid mengaku kesulitan untuk mempersatukan serikat buruh apalagi agenda membuat suatu partai politik buruh.
“Saya berfikir untuk mempersatukan serikat buruh saja sulit apalagi buat parpol buruh. Yang terjadi malah carut marut dalam internal sendiri seperti Partai Buruh Nasional (PBN),” ungkap Mudhofir saat seminar menyambut hari buruh Internasional bertema “Masihkah Gerakan Buruh Melawan Kapitalisme” di Gedung Joeang 45, Jakarta, Selasa (19/4/2016).
Lebih lanjut, Mudhofir mengatakan melihat kecenderungan saat ini, serikat buruh diharapkan mempunyai ide-ide serta pemahaman untuk melawan kapitalisme.
“Saya kira perjuangan serikat buruh harus bersama-sama dilakukan dan bersatu untuk berjuang melawan kapitalisme yang mengakar bukan berjalan satu-satu karena hasilnya akan sama. Kebersamaan serikat buruh untuk melawan kapitalisme itu wajib,” jelasnya.
Menurut dia, di era pemerintahan Jokowi sekarang sebetulnya yang lebih diuntungkan adalah para pengusaha lantaran diberikan karpet merah oleh Presiden Jokowi untuk mengembangkan usahanya.
“Dengan munculnya paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi ini masih berdampak bagi serikat buruh yang munculnya PP. No. 78 dan muncul nya Kepres yang lain yang merugikan buruh,” pungkasnya.













Komentar