Beritaasatu – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok akhirnya memutuskan untuk maju melalui jalur independen dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. Keputusan itu diambil setelah dirinya tak kunjung mendapat kepastian dari partai yang diharapkan akan mengusungnya yakni PDI Perjuangan.
Keputusan itu diambil Ahok setelah dirinya didatangi komunitas “Teman Ahok” yang selama ini mendukung dan menghimpun dukungan untuk Ahok pada Minggu (6/3/2016) malam di rumahnya, Pantai Mutiara, Jakarta Utara.
Juru Bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, bercerita Minggu itu, ia dan para pendiri “Teman Ahok” datang pada pukul 19.00.
Dalam pertemuan yang berlangsung empat jam itu meminta Ahok untuk menentukan nama bakal calon wakil gubernur. “Kami menyampaikan, bahwa waktu sudah semakin sempit. Mau tidak mau, kami harus mendapat nama calon wakil malam itu juga,” ujar Amalia seperti dikutip Tribunnews.com.
Dalam pertemuan itu, kata Amalia, awalnya Ahok masih bersikeras untuk berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat dari PDI Perjuangan. Namun karena Djarot belum mendapat restu dari partainya akhirnya Ahok menyodorkan nama lain. “Pak Ahok menyodorkan nama (Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah/BPKAD) Heru Budi Hartono,” ungkapnya.
Malam itu juga akhirnya Ahok meminta Heru datang ke rumahnya. Heru akhirnya datang beberapa saat setelah Ahok melakukan pertemuan dengan “Teman Ahok”.
Menurut Amalia, dengan keputusan itu, komunitas “Teman Ahok” akan terus menggalang dukungan pengumpulan KTP hingga mencapai yang ditargetkan yakni 1 juta KTP. Dari data yang tercantum di website “Teman Ahok”, jumlah KTP yang sudah berhasil dikumpulkan hingga hari ini sudah mencapai 774452.
Jumlah ini sebenarnya sudah bisa digunakan Ahok sebagai tiket maju melalui jalur independen. Sebab, syarat untuk maju melalui jalur independen calon diharuskan mengantongi dukungan 525.000 lembar KTP.
Pengamat politik dari lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, menilai elektabilitas Ahok sangat kuat. Sehingga siapapun pasangan yang dipilih Ahok tidak akan banyak berpengaruh.
“Dengan siapapun Ahok berpasangan, modal utamanya tetap elektabilitas Ahok,” kata Hasan seperti ditulis Kompas.com.
Kehadiran Heru, kata dia, mungkin tidak menambah banyak presentase elektabilitas mereka. Namun, kehadiran Heru juga tidak mengurangi. Dalam berbagai survei, nama Ahok selalu muncul menjadi calon gubernur yang memiliki elektabilitas paling tinggi.













Komentar