Forkapti: Ada Apa Pak Tua ?

Politik281 Dilihat

Beritaasatu – Koordinator Forkapti Syafril Sjofyan menyebut sikap Wapres JK begitu sigap meniup peluit kepada Menko Maritim Rizal Ramli ketika “lawan seteru” nya sedang dilawan oleh anak buahnya Menteri ESDM Sudirman Said.

“Wapres JK mempermasalahkan Menko Maritim dan Sumber Daya merubah nama Kementerian, rupanya JK “masih dendam” ketika di ajak duel berdiskusi oleh Rizal Ramli diawal setelah dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menko, sehingga beliau terkesan agresif berkomentar, memanfaatkan momen “menyerang “ Rizal Ramli,” demikian pendapat Syafril, Sabtu (5/3/2016).

syafrilDikatakan aktivis 77-78 pencetus dukungan terhadap Jokowi ketika Pilpres kala itu, Wapres JK muncul dengan pernyataannya “Ada Menteri seenaknya bikin nama yang tidak ada, Menko yang nambah-nambahin namanya,” ujar JK. Maksudnya Menko Kemaritiman diganti menjadi Menko Maritim dan Sumber Daya, yang sudah berlangsung sejak awal Rizal Ramli mulai menjabat (berlangsung sekitar 6 bulan). Baru sekarang dipersoalkan.

“Jelas ini membuat masyarakat bingung,” ujar Syafril.

Disebutkan Syafril, ketika tokoh – tokoh masyarakat Maluku berseru agar Wapres JK mendukung agar proyek Gas Masela ditempatkan di darat, Wapres JK diam tidak bersuara dan sama sekali tidak berkomentar, begitu juga Wapres JK tidak peduli ketika Sudirman Said “melawan” dengan menyebut ada kolega nya (Maksudnya Menko) menghambat, padahal Sudirman Said belum pernah mau berkoordinasi dengan Menko nya. Artinya, kata dia, Sudirman Said kalah berdebat dalam rapat kabinet lalu merasa dihambat.

Seperti yang di ketahui pasal 4 Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 10 Tahun 2015 tentang Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian ESDM berada dibawah Koordinasi Menko Maritim dan Sumber Daya.

“Artinya Sudirman Said tidak patuh terhadap Perpers, pertanyaannya apakah wapres JK lebih mementingkan nama daripada substansi,” tuturnya.

Sementara itu, tambah dia, Wapres JK menyatakan bahwa Menteri tidak boleh gaduh selesaikan dalam rapat kabinet. Dalam hal ini, kata dia, JK dinilai lupa, menyangkut nama Kemenko justru Wapres JK tidak membicarakan dalam rapat kabinet sejak awal, tapi malah memanfaatkan momen mengungkapkan permasalahan nama yang sudah berbulan tersebut didepan publik bukan dalam rapat kabinet.

“Artinya beliau juga ikut-ikutan membuat gaduh, mudah-mudahan beliau lupa saja sesuai dengan usia, jadi bukan pikun. Semoga, Karena kalau sudah pikun berbahaya buat negeri ini,” demikian Syafril.

Komentar