LKPM Beri Koreksi Pedas Kinerja Menteri ESDM

Politik242 Dilihat

Menteri ESDM SudirmanJakarta – Jelang momentum hari kebangkitan nasional dan 17 tahun reformasi yang jatuh pada 20 Mei 2015, Lembaga Kajian Politik Moestopo (LKPM) memberikan nilai koreksi pedas terhadap kinerja Menteri Kabinet Kerja.

Menurut Direktur Eksekutif Didik Tirana Hadi, beberapa Menteri yang sudah memasuki satu semester itu pantas untuk di reshuffle, karena dinilai tidak menonjol kinerjanya. Salah satunya, kata Didik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

“Menteri ESDM pantas untuk di reshuffle,” ungkap Didik, Senin (11/5/2015).

Lebih lanjut, Didik dituding tidak memiliki visi dan misi yang jelas terkait pengelolaan energi kedepan. Salah satunya adalah tidak dapat mengatasi masalah kenaikan harga BBM, sehingga berdampak bagi sektor usaha dan kenaikan harga-harga bahan pokok.

“Hal itu jelas menimbulkan kebingungan dari Pengusaha SPBU dan pengusaha lainnya serta juga berdampak kenaikan harga sembako,” terangnya.

Selain itu, lanjut Didik, pemberantasan mafia migas dan kontrak-kontrak dengan perusahaan asing, Sudirman belum terlihat mengedepankan kepentingan negara?

“Saya menyarankan agar Presiden mereshuffle  Menteri ESDM. Perlu juga dibenahi Menteri-Menterinya jadi nawacita bukan dukacita. Dan reshuffle jangan jadikan burgent politik, jika dilaksanakan dasar itu maka saja membahayakan Jokowi,” ujarnya.

Lebih jauh, Didik mengingatkan pekerjaan rumah (PR) Jokowi untuk segera dikerjakan. PR yang dimaksud adalah segera mengganti dua pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Panglima TNI.

“Itu PR Jokowi yang harus dikerjakan dengan menggantinya orang ideal,” tukasnya.

Komentar