SBY Dijerumuskan Orang Disekitarnya

Politik429 Dilihat

SBY g konsistenBeritaasatu – Politikus Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika yang juga loyalis Anas menganggap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang dijerumuskan orang-orang di sekitarnya. Keputusan untuk maju menjadi ketua umum Partai Demokrat dinilai justru tidak mengindahkan kehormatan sebagai mantan presiden.

Pasek mengatakan, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali beberapa waktu, SBY menyatakan tak mau lagi menjadi ketua umum setelah itu. Tapi sekarang hampir dipastikan mantan orang nomor satu di negeri ini akan maju kembali menjadi ketua umum partai lambang segitiga mercy tersebut.

“Pemimpin itu cuma omongannya yang bisa dipegang. Waktu KLB di Bali itu, beliau ingin jadi dewan pembina saja, jadi itu saja, sehingga kehormatannya terjaga,” kata Pasek usai menjenguk Anas Urbaningrum di gedung KPK, Kamis (30/4).

Menurut Pasek, SBY berencana maju menjadi ketua umum partai segitiga mercy saat ini karena didorong orang-orang di sekelilingnya. Dorongan itu, kata anggota DPD asal Bali ini, justru menjerumuskan SBY. Purnawirawan TNI AD bintang empat itu justru hanya ‘dimanfaatkan’ orang-orangnya sendiri.

“Mereka mendorong-dorong terus, dan yang paling banyak mendapatkan benefit politik kan mereka. Karena de jure Pak SBY (ketuanya), tapi de facto mereka yang mengelola. Pasti tahu lah siapa orangnya,” ujar mantan anggota Komisi III DPR tersebut.

Yang paling mengkhawatirkan, lanjut Pasek, ambisi orang-orang dekat SBY ini mengancam berjalannya kongres nanti. Pasalnya, mereka menggunakan segala cara untuk memastikan mantan presiden RI itu untuk kembali berkuasa.

Hal ini terlihat dari mulai bermunculannya ancaman terhadap pemegang suara di daerah yang tidak mendukung SBY. Menurut Pasek, beberapa pengurus daerah dipaksa menandatangani pernyataan tertulis untuk memilih SBY saat pemilihan ketua umum nanti..

“Terakhir (pengurus) Kalimantan, ada Jateng dan DIY membuat tanda tangan di atas materai, kalau tidak dukung SBY suaranya dianggap hilang,” ungkap anggota DPD RI ini.

Dia juga menyoroti susunan panitia penyelenggara kongres yang dinilainya dipenuhi pendukung SBY. Dengan kondisi seperti itu, Pasek pesimis kongres nanti bisa berjalan secara demokratis.

“Panitianya gak jelas, panitia kongres atau panitia tim sukses. Anaknya (SBY) ketua panitia, bapaknya maju. Saya sebenarnya melihatnya malu tapi ya sudahlah,” pungkasnya.

Komentar