Jakarta – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (KMP RI) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Air Mancur Jl. Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015).
Mereka meminta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri untuk tidak lagi bergaya seperti God Mother yang menyebut jabatan Presiden sebagai petugas Partai.
“Kami meminta Megawati untuk segera mencabut statemen yang menyatakan Bapak Ir. Joko Widodo merupakan petugas Partai karena Presiden RI merupakan pilihan rakyat bukan pilihan Partai,” ujar Koordinator KMP RI Fajar Ardy Hidayatullah S.Pd.
Lebih lanjut, Fajar menegaskan pernyataan Megawati pada pembukaan Kongres PDI Perjuangan di Bali itu merupakan pelecehan terhadap negara. Dalam kamus politik manapun tidak ada kepala negara merupakan petugas partai. Karena secara de Facto dan de Yure seorang Joko Widodo dengan segala kekurangan dan kelebihannya merupakan Presiden Republik Indonesia yang dipilih secara langsung oleh rakyat Indonesia.
“Stop intervensi Megawati terhadap kebijakan Kabinet Kerja agar pemerintahan Kabinet Kerja dapat menghasilkan kebijakan yang prorakyat bukan Propartai,” tukasnya.
Fajar menambahkan, KMP RI akan kembali turun ke jalan pada hari Kamis (16/4/2015) di DPP PDI Perjuangan dan Jl. Tengku Umar Menteng.







Komentar