Jakarta, beritaasatu – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dinilai bisa menjadi alternatif dan harapan bagi politik Indonesia. Perindro dianggap bisa jadi antitesis partai-partai sekarang jika menawarkan sesuatu yang berbeda untuk rakyat.
“Saat ini rakyat punya kekecewaan yang luar biasa kepada partai politik. Kehadiran Partai Perindo bisa dianggap jadi alternatif dan harapan bagi rakyat Indonesia,” demikian disampaikan Sekjen Barisan Insan Muda (BIMA) Syarief Hidayatullah, di Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Lebih lanjut, Syarief mengemukakan partai-partai yang naik menjadi partai penguasa saat ini yakni era pemerintahan Jokowi-JK dilanda konflik, dikarenakan memiliki sistem kekuasaan oligarki (dipegang oleh kelompok eksklusif/elite) yang amat kenta.
“Sehingga kekisruhan yang terjadi adalah antarelite, bukan grassroot (masyarakat bawah). Di sinilah peluang Partai Perindo bisa menjadi antitesis partai-partai terdahulu,” jelas Syarief.
Syarief pun mengingatkan pernyataan yang pernah disampaikan Jusuf Kalla, bahwa jika Jokowi menjadi Presiden maka negara ini bisa hancur. “Kini kenyataannya seperti itu, dari rencana penjualan BUMN oleh Menteri Rini hingga penjualan Pertamina ke pihak asing,” bebernya.
Selain itu, Syarief menyoroti partai-parta yang bercokol di parlemen baik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun Koalisi Merah Putih (KMP) dianggap tidak melakukan tugasnya yakni sebagai penyambung lidah rakyat.
“Partai yang di Parleman kebanyakan komen-komen saja, tanpa ada perannya sama sekali,” ungkap Syarief.
Syarief pun memprediksi, di tahun 2019, Partai yang saat ini berkuasa dipastikan tidak akan mendulang suara seperti sediakala lagi, akibat banyaknya kekecewaan rakyat yang tak lagi terbendung.
“Rekruitmen legislatif, eksekutif, dan program-program yang akhirnya bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan semasa partai berkampanye,” katanya.
Lebih jauh, Syarief berharap pada tahun 2019 akan muncul Partai baru yakni Perindo yang sudah terkonsolidasi sehingga menjadi harapan rakyat dan partai penyeimbang pada periode yang akan datang. Partai-partai penguasa saat ini, kata Syarief, para kadernya kerap terjerat berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi. Seperti Partai Demokrat dan baru-baru ini PDI Perjuangan.
“Kadernya sudah bermasalah, kepemimpinan dari kaderisasi pun tidak berjalan. Pemimpinnya itu-itu saja,” keluh Syarief.
Oleh karenanya, Syarief kembali berharap agar masyarakat mampu menilai Partai mana yang dianggap layak dan tidak korup.
“Pilihanya saat ini adalah Perindo. Jika Pemilu dilaksanakan sekarang Perindo akan menjadi pemenangnya,” pungkasnya.







Komentar