DEMO PARA PENYIDIK dan STAF KPK TERLIHAT SANGAT NORAK, GOBLOK dan BERTUJUAN MENIPU RAKYAT…

Opini168 Dilihat

KPK GedungOleh : Faizal Assegaf

Puluhan penyidik dan staf KPK melakukan aksi protes atas Komisioner KPK. Aksi itu menuntut agar kasus rekening gendut Komjen Budi Gunawan (BG) tidak dilimpahkan ke Kejaksaan Agung dan Mabes Polri.

Lucu, para penegak hukum mendemo pemimpinnya terkait kasus bernuanasi politis, yang dikesankan sangat besar dan menentukan kredibilitas dan independensi KPK.

Mereka lupa, bahwa selain kasus BG, terdapat beberapa skandal paling dasyat dan berdampak merugikan negara ribuan triliun rupiah. Yakni kasus BLBI, Century, Hambalang, Trans Jakarta dan mafia Migas.

Lebih memalukan, menanggapi aksi tersebut, Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki menyatakan dirinya ikut terharu dan mengklaim demo itu mewakili suara nuraninya. Kalau sejalan mengapa tidak bertindak nyata?

Aneh, pihak yang didemo punya kesamaan sikap dengan pegawai KPK yang mendemonya. Lantas untuk apa memprotes Pimpinan KPK yang kemudian berakhir kompromi?

Selain itu, para penyidik, staf dan Pimpinan KPK memperlihatkan kebencian yang membara pada pribadi BG dan Polri. Celakanya, sikap permusuhan itu dikemas dengan dalih membela kehormatan KPK, padahal isinya sangat bobrok.

Kita setuju hukum harus ditegakkan, tapi bila pendekatannya tebang pilih dengan modus melindungi kasus korupsi besar, maka tindakan itu sangat norak dan bertujuan menipu rakyat !

Harus diingat, kredibilitas dan eksistensiĀ  KPK tidak hancur hanya karena kontraversi soal kasus BG. Justru sebelum kasus itu muncul, citra dan kinerja KPK talah membusuk karena melindungi kasus SKL BLBI.

Dalam kasus BG tidak ditemukan adanya unsur kerugian negara. Tapi pada kasus SKL BLBI, negara kehilangan Rp.1.600 triliuan dan telah berdampak menimbulkan kemiskinan pada rakyat. Serupa dengan skandal mafia Migas dibiarkan berlalu oleh KPK !

Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

Komentar