Pembinaan Ideologi Pancasila oleh BPIP, Libatkan Ribuan Paskibraka dari 13 Provinsi

oleh
oleh

Bali – Untuk kembali menanamkan Nilai Pancasila di dalam masyarakat khususnya kepada para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang lebih lanjut akan menjadi Duta Pancasila, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan melaksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada Paskibraka Tahun 2022 di Denpasar Bali.

Direktur Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan, Sadono Sriharjo menyatakan bahwa tujuan kegiatan adalah terlaksananya “Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Paskibraka Tahun 2022”, menggunakan Learning Management System bagi seluruh Paskibraka Tahun 2022. Sehingga memenuhi persyaratan dalam pengangkatan sebagai Purnapaskibraka Duta Pancasila setelah pelaksanaan tugas pada peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2023 mendatang.

Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Mei 2023 di Denpasar Bali ini, antara lain menampilkan Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo dan Dewan Pakar Bidang Strategi Luar Negeri BPIP, Darmansyah Djumala sebagai pembicara.

Untuk kesempatan pertama, Darmansyah Djumala selaku Dewan Pakar Bidang Strategi Luar Negeri dari badan yang dikepalai oleh Profesor Yudian Wahyudi ini menjelaskan mengenai sejarah lahirnya Pancasila dan bagaimana pentingnya Pancasila dalam usaha menjaga persatuan kesatuan dan keutuhan bangsa. Baik dalam menghadapi gangguan dari dalam maupun luar negeri.

Untuk selanjutnya, dalam acara yang Mengundang 9907 peserta baik secara daring dan luring yang berasal dari 13 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi DIY, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Utara, dan Provinsi Gorontalo, Staff khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo menyatakan bahwa seperti para Paskibraka yang berasal dari berbagai unsur, negara Indonesia terdiri dari banyak unsur agama, suku dan kelompok masyarakat serta identitas.

“Dengan kenyataan ini sesungguhnya Indonesia memiliki banyak kerentanan berupa gesekan-gesekan akibat perbedaan, namun berkat Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Bangsa Indonesia tidak hanya masih bersatu tapi juga bersama-sama senantiasa berusaha menjadikan kehidupan bangsa dan negara ini berkembang ke arah yang lebih baik dalam bingkai kebinekaan.”

Benny berharap para Paskibraka Duta Pancasila dapat senantiasa menjaga kedamaian di tengah keberagaman sesuai dengan Pancasila.

Lebih lanjut, Doktor komunikasi Politik menyatakan bahwa suka atau tidak dalam perkembangan era digital dan globalisasi, sekat-sekat budaya makin tipis dan runtuh.

“Ini menyebabkan dengan bebasnya banyak paham, ide dan budaya yang masuk ke Indonesia tanpa bisa lagi ditolak. Karenanya para Paskibraka Duta Pancasila diharapkan senantiasa berpegang pada nilai-nilai pancasila, walaupun banyak mendapatkan ujian diharapkan dapat tetap teguh dipegang oleh seluruh masyarakat Indonesia.” harap Benny.

Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dijelaskan Benny, sedang diuji oleh paham paham asing yang berujung pada eksklusivisme, radikal dan merasa dirinya yang paling benar. Hal ini diperparah dengan era digital dimana informasi tidak lagi tersaring.

“Jadi para Paskibraka Duta Pancasila hendaknya senantiasa menjadi pendamai dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan, jangan terjebak pada narasi-narasi negatif dan berita hoaks.” beber Benny.

Benny juga menghimbau agar hendaknya kita dapat menjadi komunitas pemutus kata bukan komunitas pengiya kata.

“Kita harus menggunakan media sosial dengan baik dan memenuhi ruang digital dengan konten konten positif yang merawat perdamaian, serta persatuan dan kesatuan di tengah Keberagaman. Para Paskibraka Duta Pancasila hendaknya dengan bijak dapat menggunakan sosial media sebagai sarana saling membantu, saling menghormati, saling mengulurkan tangan menjalin kasih dalam perbedaan dan kebhinekaan hingga pembumian Pancasila tidak hanya berhenti di ruangan ini, namun juga benar benar menjadi gerakan berkesinambungan yang menyentuh seluruh unsur masyarakat indonesia.” tutup Benny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.