Tak Ada Toleransi Terhadap Kebiadaban KKB, Waktunya Bertindak : Tumpas!

oleh

Jakarta – Aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua yang membunuh masyarakat sipil, bahkan kerap dengan sadis, rupanya masih dikategorikan kriminal biasa. Penanganannya pun tentu menjadi biasa juga, meski sudah banyak korban berjatuhan bahkan tewas.

Laksamana Yudo Margono, Panglima TNI mengatakan bahwa kondisi keamanan di Papua saat ini masih dalam taraf kriminal dan masih dikategorikan seba­gai tindak pidana. Sehingga, kata dia, penanganannya pun masih kewenangan­nya Polri.

“Tapi, kita (TNI) tetap membantu penegakan hukum pidana,” ujar Yudo usai serah terima jabatan Panglima TNI di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (20/12).

Yudo mengatakan sejumlah serangan yang dilakukan KKB di Papua selama ini belum masuk kategori keadaan daru­rat. Dia menegaskan, penetapan status keadaan darurat diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kita akan menggelar rapat terlebih dahulu dengan para komandan satuan di Papua untuk memantau perkembangan situasi di sana,” sambung mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ini.

Penambahan empat daerah otonomi baru (DOB) di Papua, Yudo menyebut masih akan melaku­kan koordinasi dengan para pemangku kebijakan untuk menentukan penamba­han jumlah prajurit maupun kesatuan. Ia menilai perlu beberapa bentuk pe­nambahan militer di daerah DOB, seperti satuan tugas (satgas).

“Saya meminta masukan dari pemer­intahan daerah mungkin bupati, wali kota, satuan yang ada di sana, Pangdam, Pangkogabwilhan III. Kita ajak berbicara semuanya,” tutur Yudo.

Diketahui aksi kelompok kriminal ber­senjata (KKB) Papua belakangan ini kembali beraksi dan membuat masyarakat dalam bayang-bayang kematian. Selasa (13/12), diduga KKB pimpinan Kalenak Murib menembak mati seorang karyawan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua di Sinak, Kabupaten Puncak.

Kejadian lainnya, tiga orang warga sipil juga ditembak KKB di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (12/12) dan meninggal. Mereka ditembak KSB pimpinan Nason Mirin.

Banyaknya nyawa melayang karena KKB ini pun ditanggapi netizen. Penyebutan KKB di Papua kriminal biasa dianggap mengesalkan. Netizen menganggap penembakan yang terjadi di tanah Papua sudah termasuk kategori terorisme, sehingga harus ditumpas habis.

“Sudah berapa nyawa melayang masih saja disebut Kriminal. Itu sudah terorisme bapak,” kata @Ar_Nasution_Ar.

“Masa teroris pakai humanis, tumpas habis,” pinta @AbdulSuryaHami1.

Akun @Anonimdashh menegaskan, tidak ada pendekatan humanis bagi tero­ris. Kata dia, teroris harus ditumpas habis. Dia meminta Pemerintah untuk mencegah dari sekarang sebelum seorang ibu, ayah, anak dan istri menangis karena orang yang dikasihinya mati mengenaskan.

“Mau nunggu berapa orang yang jadi korban KKB Papua?,” cuitnya.

Akun @Cinta_Indonesia menegaskan, sudah banyak masyarakat jadi korban KKB di Papua. Pemerintah diminta tak lagi melabelkan KKB, tapi pem­berontak teroris. Dia juga mendesak Pemerintah tegas dan menumpas habis pemberontak Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.