Bawaslu Melarang Politik Praktis di Tempat Ibadah, Cendekiawan Muda NU : Harusnya Ada Tindak Tegas

oleh

Jakarta – Calon bakal presiden Partai NasDem, Anies Baswedan dinilai sudah keterlaluan, pasalnya sudah berulang kali diperingati namun masih saja secara terselubung memanfaatkan ruang-ruang identitas untuk memenuhi hasrat politiknya menjelang Pilpres 2024.

Cendekiawan Muda Nahdlatul Ulama, Nur Ahmad Satria (NAS), mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI tidak hanya mengeluarkan larangan jangan melakukan aktivitas politik praktis di tempat ibadah, namun bertindak tegas.

Terutama usai adanya laporan terhadap Anies Baswedan terkait aktivitas politiknya di Masjid Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

“Mengakunya bukan kampanye tapi substansinya kan kampanye. Jangan kampanye terselubung dengan menggunakan tempat ibadah,” tegas NAS, Selasa (13/12/2022).

NAS menilai Anies Baswedan sudah banyak bermasalah dalam berpolitik. Tampak dari rekam jejaknya mulai dari Pilkada DKI, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah intens menggunakan politik identitas.

“Anies ini sudah dobel dobel masalahnya.Menggunakan masjid sebagai tempat kampanye, meskipun ngakunya silaturahim, kemudian belum saatnya kampanye, lalu seolah-olah mendahului yang lain yang belum mulai,” ucap NAS.

Sebelumnya, Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu oleh seorang warga sipil. Pasalnya, Anies yang kerap dijuluki bapak politik identitas itu disebut curi start kampanye.

Yakni, Anies meneken petisi dukungan menjadi presiden 2024, dengan membubuhkan tanda tangan di kain yang dibentangkan di pekarangan Masjid Baiturrahman, Aceh pada 2 Desember 2022 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.