Ponpes Darul Yaqin Temboro Gelar Pengajian Kebangsaan, Gandeng Para Santri Setia & Jaga NKRI dari Kelompok Pemecah Belah

oleh

Tanjung Selor – Pengajian kebangsaan di Pondok Pesantren Darul Yakin Temboro, Tanjung Selor yang berlangsung pada Rabu, 9 November 2022 menghadirkan Ustadz Muhammad Ardi. Pengajian kebangsaan ini mengajak santriwan santriwati agar semangat menjaga NKRI, sebagi garda terdepan penerus bangsa.

Dalam ceramahnya, Ustadz Muhammad Ardi mengingatkan bahwa Indonesia ini bisa merdeka dari penjajahan merupakan rahmat Allah SWT dan hasil dari perjuangan para pahlawan kita dan mereka kebanyakan adalah para Ulama dan Kyai, termasuk tokoh-tokoh Islam.

“Sistim pemerintahan kita juga hasil dari pemikiran para tokoh islam, kyai dan ulama pada saat itu. Sehingga pemerintahan kita saat ini adalah pemerintahan yang sah menurut Islam. Bukan negara kafir seperti yang di tuduhkan oleh kelompok radikal.” tegas dia.

Beliau juga memberikan bukti bahwa pemerintah kita tidak pernah melarang kita beribadah. Bahkan 5 rukun islam diakomodir oleh pemerintah kita dengan baik.

“Termasuk yang oertama, Syahadat. Tidak ada larangan orang untuk bersyahadat, semua di beri kebebasan untuk memeluk agama islam. Status warga masyarakat juga diatur oleh pemerintah dengan bukti di KTP, KK dan sebagainya. Kita dapat membedakan mana warga islam dan non islam.” jelasnya.

Ustadz Muhammad Ardi juga menjelaskan soal perintah sholat yang juga di lakomodir waktunya dan diatur oleh pemerintah dengan jam kerja.

“Kita umat muslim tetap bisa melaksanakan sholat dengan bebas, baik sholat yang dilaksanakan di Masjid maupun di lapangan seperti sholat idul fitri atau idul adha. Begitupun puasa, pemerintah memfasilitasi dari mulai awal datangnya bulan Ramadhan, dengan pengecekan bulan menggunakan teropong, rapat para ulama, dan sebagainya. Serta penyesuaian terhadap waktu bekerja dan belajar pada saat bulan Ramadhan.” bebernya.

Ustadz Muhammad Ardi juga mengingatkan perihal zakat dan haji. Yang prosesnya juga banyak dibantu pemerintah.

“Zakat, pemerintah mengakomodir zakat Umat Islam melalui amil zakat. Pemerintah juga mengakomodir Ibadah Haji yang setiap tahun dapat di berangkatkan ke tanah suci, bahkan ada beberapa program pemerintah baik pemda maupun pusat yakni Haji dan Umroh gratis bagi orang yang di anggap berjasa seperti Imam, marbot masjid, dan sebagainya.” ungkapnya.

Beliau juga mencontohkan banyaknya pembangunan dan kegiatan Islam juga banyak kita rasakan seperti Pembangunan Masjid/Mushola, Pondok Pesantren,TPA, Tahfiz Qur’an. Juga kegiatan seperti Hari Besar Islam, Pengajian akbar, Majelis Taklim.

” Semuanya bisa kita bangun dan laksanakan dengan baik dan mudah. Sayangnya dengan kemudahan tersebut saat ini sering di manfaatkan oleh kelompok yang ingin memecahbelah bangsa ini dengan mengatasnamakan Islam. Seperti kelompok yang ingin merubah NKRI menjadi negara khilafah.” tuturnya.

Dalam penutup, beliau memberi pesan agar santriwan dan santriwati tetap menjaga NKRI dari pemecah belah bangsa.

“Belajar dengan tekun dan benar, jangan mudah di masuki paham-paham dari luar yang bertentangan dengan ajaran Pondok. Sebagai generasi penerus kita harus mampu menjaga NKRI dari orang-orang yang ingin memecah belah bangsa ini.” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.