Aliansi Mahasiswa Jakarta : Duka Kanjuruhan untuk Kita Semua, Pelajaran Berharga bagi seluruh Suporter

oleh

Jakarta – Menanggapi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang memakan banyak korban, Koordinator Aliansi Mahasiswa Jakarta, Frans Dandi, mengatakan tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh suporter maupun pecinta sepak bola dalam negeri.

“Kami ucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, (1/10) malam. Tentunya dari kejadian ini kita harus bisa memetik pelajaran agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali,” kata Frans Dandi.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi salah satu tragedi terbesar di dunia persepakbolaan di Indonesia. Maka dari itu, sebagai suporter sudah selayaknya selalu bersikap dewasa dalam mendukung tim sepak bola jagoannya, sebab dalam pertandingan atau kejuaraan tidak bisa berharap selalu menang.

Menurut Frans Dandi, tragedi tersebut bukan kesalahan satu pihak.

“Tragedi Kanjuruhan merupakan resultan dan missmanajemen, krisis koordinasi, dan lemahnya kolaborasi antarpihak dalam penyelenggaraan urusan publik. Ini jelas bukan kesalahan satu pihak,” ujar Frans Dandi.

Frans Dandi mencontohkan, orang menyalahkan polisi karena menggunakan gas air untuk mengantisipasi kerusuhan. Menurut dia, publik harus paham juga bahwa polisi bisa menggunakan emergency planning dalam situasi darurat.

Padahal, kata Frans Dandi, banyak pihak yang diuntungkan secara bisnis dengan siaran bola tersebut. Menurut dia, mereka juga harus ikut bertanggung jawab.

“Lalu bagaimana dengan organisasi penyelenggara dan pihak yang diuntungkan dalam bisnis siaran bola? Mereka juga pihak yang ikut bertanggung jawab. Ada kesan, itu pertandingan yang dipaksakan karena dalam suasana tidak kondusif pertandingan tetap dipaksa dilanjutkan. Ini kan aneh,” jelas Frans Dandi.

Karena itu, Frans Dandi meminta semua pihak merefleksikan diri atas tragedi Kanjuruhan tersebut. Meskipun, kata dia, penegakan hukum tetap berjalan.

“Jadi sekali lagi, semua pihak harus refleksi diri dan menyampaikan permintaan maaf. Tentu penegakan hukum harus jalan. Tapi jangan lagi ada upaya menyudutkan pihak tertentu saja,” pungkas Frans Dandi.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Jakarta juga mengaparesiasi kepada Kapolri yang telah menetapkan tersangka dalam tragedi Kanjuruhan dan mendukung langkah polri selanjutnya dalam mengungkap pelaku-pelaku lainnya, agar kedepannya olahraga sepakbola indonesia menjadi semakin lebih baik dan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Malang untuk mendukung polri untuk mengusut tuntas tragedi kanjuruhan ini.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan, Malang terjadi usai pertandingan sepakbola antara Arema melawan Persebaya pada Sabtu (2/10/2022) malam. Total, ada 448 korban dalam Tragedi Kanjuruhan dengan perincian 302 orang mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 131 orang meninggal dunia.

“Kami berharap kejadian ini yang terakhir dan tidak ada lagi nyawa yang melayang. Kita sebagai suporter cukup memberikan dukungan kepada tim dengan cara yang kreatif, kalah dan menang adalah hal biasa dalam setiap pertandingan,” tambahnya.

Frans dandi mengatakan setiap suporter adalah saudara, mari bersatu untuk mendukung dunia sepak bola Tanah Air agar lebih baik lagi. Pihaknya meminta kepada aparat keamanan dalam menangani kejadian di stadion agar tidak melakukan tindakan di luar batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.