oleh

Gaya Premanisme Berkembang Pesat, Pemuda Muslim Indonesia Minta Promotor WTF Ismaya Diberi Kartu Merah

-Nasional-480 views

JAKARTA – Massa yang mengatasnamakan Barisan Pemuda Muslim Indonesia (BPMI) diusir sejumlah preman. Mereka saat itu tengah mengadakan aksi di depan Pintu 8 Jiexpo. Kemayoran sore tadi.

Aksi tersebut berisi tuntutan kepada acara house music We The Fest (WTF) Festival yang diadakan Ismaya Group.

Pimpinan aksi, Septi mengatakan, mereka awalnya menggelar aksi dengan tuntutan menola k WTF 2019 di jiexpo kemayoran karena potensi rusak budaya Indonesia.
“Acara tersebut juga bukan bagian dari budaya bangsa kita,” kata Septi di lokasi, Sabtu (19/7).

Septi melanjutkan, mereka juga kepada Ismaya Grup agar membubarkan acara WTF. Nah, saaat ini aksi masih berlangsung tiba tiba datang sekelompok preman menyuruh massa bubar.

“Mereka menggunakan cara cara kekerasan,” ungkap Septi.

Para preman itu memukul massa kemudian merusak mobil komando.

”Lalu mengusir kami,” sesal Septi.

Ia menyesalkan karena Polisi yang tengah bertugas sempat melihat-lihat sajam sama sekali tak menengahi.

“Sementara ada aksi pemukulan polisi hanya melihat, setelah preman main pukul berselang 2 menit baru polisi melerai,” imbuh Septi.

Aksi perlawanan dari preman ini diduga suruhan dari penyelenggara acara.
Ia berencana melaporkan hal ini kepada Kepolisian karena dianggap melanggar hak untuk berpendapat dan menyampaikan aspirasi.

Adanya aksi perlawanan preman ini, lanjut Septi tidak menyurutkan langkah mereka untuk menggelar aksi lanjutan.

“Kami tidak takut. Kami akan terus menyampaikan aspirasi untuk mengkritik acara WTF tersebut,” jelas dia.

Lebih jauh, pihaknya bakal akan melakukan aksi didepan Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Balaikota DKI untuk meminta Gubernur Anies Baswedan membubarkan acara yang banyak mudzorotnya itu.

“Kami kecewa dengan sikap Polisi yang cenderung membiarkan para preman bayaran membubarkan massa. Bukannya Polisi yang bubarkan tapi malah preman bayaran arogan, seperti orde baru aja gayanya. Promotor acara WTF Ismaya harus diberi lampu merah atas kejadian ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat yang coba dikonfirmasi soal peristiwa brutal ini belum merespon.

Komentar

News Feed