Jakarta – Majelis Ulama Indonesia ikut meminta masyarakat tidak terprovokasi atas munculnya bendera merah putih bertulisan Arab pada saat demo bersama massa dari Front Pembela Islam (FPI) di depan Gedung Baharkam Polri pada Senin kemarin.
“Ini mungkin kita mau disudutkan,” ungkap anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI Nazri Adlani hari ini.
Kendati demikian, Nazri menyayangkan hal demikian terjadi sebab bendera merah putih tidak boleh dituliskan apapun. Termasuk adanya tulisan arab pada bendera tersebut.
“Bendera Merah putih itu tidak boleh ditambah-tambah,” ucap dia.
Selain itu, Nazri mengingatkan agar bendera merah putih yang merupakan lambang negara bangsa Indonesia haruslah dijaga dengan sebaik mungkin oleh masyarakat Indonesia.
“Perlu kita beritahu supaya bendera merah putih itu Lambang negara. Harus dijaga dengan segala kekuatan,” tandasnya.







Komentar