1 Desember, FRI West Papua akan Demo Depan Istana “Tentukan Nasib Sendiri”

Nasional430 Dilihat

Jakarta – Kelompok massa mengatasnamakan Front Rakyat Indonesia (FRI) untuk West Papua berencana akan berunjuk rasa pada 1 Desember di depan Istana Negara, Jakarta. Mereka menyatakan mendukung bangsa dan rakyat West Papua untuk menentukan nasib sendiri melalui mekanisme referendum dan kepesertaan referendum akan ditentukan oleh rakyat West Papua melalui representasi politiknya dalam ULMWP.

“1 Desember, kami akan turun aksi di Jakarta dan dibeberapa daerah lainnya. Untuk di Jakarta, kemungkinan akan digelar didepan Istana Negara dengan estimasi massa 200 orang,” tegas Juru Bicara FRI-West Papua Surya Anta saat mendeklarasikan aliansinya di Gedung YLBHI Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Surya menilai rakyat West Papua masih mengalami penjajahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kata dia, tidak ada kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa West Papua selama masih menjadi bagian NKRI. Dan, tak mungkin rakyat West Papua bisa hidup baik-baik saja jika kecurangan dan penipuan atas sejarah masih terus berlangsung, diskriminasi rasial merajalela hingga semua lini, genosida terus berlanjut secara sistematis dan perampokan kekayaan alam menghancurkan hajat hidup dan kebudayaan bangsa Papua.

“Mulai dari penipuan sejarah, diskriminasi, penyiksaan, pemenjaraan, pembunuhan dilakukan secara sistematis selama lebih dari 50an tahun,” ucap dia.

surya-antaDia juga membeberkan alasan pentingnya bersolidaritas bagi bangsa West Papua. Pertama, kata dia, dunia akan lebih baik dan indah apabila setiap bangsa tidak hidup dalam penjajahan dan dapat bekerjasama secara demokratis, adil dan setara. Berikutnya, apa yang dilihat ditanah West Papua adalah penindasan sistematis yang tidak manusiawi. Selain itu, solidaritas terhadap bangsa West Papua untuk menentukan nasibnya sendiri juga merupakan bagian dari perjuangan mendemokratisasikan rakyat dan bangsa Indonesia, memperjuangkan kesadaran kemanusiaan yang beradab terhadap rakyat dan bangsa Indonesia.

“Solidaritas kami terhadap bangsa West Papua untuk menentukan nasib sendiri merupakan bagian dari perjuangan melawan imperialisme dan korporasi Internasional yang menyokong praktek kolonialisasi NKRI ditanah West Papua,” sebut dia.

Lebih lanjut, Surya mendukung keanggotaan ULMWP di Melanesia Spearhead Group, Pasific Island Forum dan memperjuangkan keanggotaan ULMWP di PBB. Dan sebagai syarat yang tak terpisahkan bahwa militer organik dan non organik di West Papua harus ditarik agar referendum di West Papua dapat berjalan secara damai, adil, dan tanpa tekanan.

“Kebebasan informasi, berekspresi, berorganisasi dan berpendapat bagi bangsa West Papua harus dibuka lebar dan dijamin. Kami juga menyerukan kepada dunia Internasional untuk membangun konsolidasi solidaritas perjuangan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua,” tandasnya.

Tolak Deklarasi Tentukan Nasib Sendiri Bangsa West Papua

Sementara itu, puluhan massa mengatasnamakan Front Penyelamat Indonesia dan Perhimpunan Mahasiswa Jakarta berunjuk rasa di depan Gedung YLBHI Jl. Diponegoro 74 Menteng Jakarta Pusat. Mereka menolak acara deklarasi rakyat Indonesia mendukung hak untuk menentukan nasib sendiri bangsa West Papua.

“NKRI harga mati, tolak West Papua dari Sabang sampai Meraoke untuk Indonesia,” tegas Koordinator aksi Anyonk L.

Dikatakan Anyonk, semua cita-cita Indonesia tidak akan berjalan jika pemuda dan masyarakat Indonesia tidak bersatu. Makanya dia mengingatkan agar bisa melihat para pejuang terdahulu dari Timur yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Para pejuang tidak ada niat untuk memisahkan diri dari Indonesia (NKRI), dan kegiatan di dalam LBH ini adalah kegiatan yang hanya untuk suatu kelompok yang menginginkan kehancuran.

“Kami tidak menginginkan perpecahan antara masayarakat Papua, Maluku dan sebagainya dari Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh, Anyonk mempertanyakan pihak yang ingin ngotot memisahkan dirinya dari NKRI. Apakah semua unsur sudah terpenuhi dan selamanya Papua akan selalu ada di Indonesia, Papua untuk Indonesia dan Indonesia untuk Papua dan selamanya akan selalu menjadi satu bingkai NKRI.

“Hari ini kita datang kesini untuk menolak dengan kelompok – kelompok yang menginginkan perpisahan dari Indonesia, Papua, Aceh dan lainnya adalah harga mati untuk Indonesia. Kita bukan Negara Amerika yang menjadi negara – negara bagian, kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia NKRI adalah harga mati,” tandasnya.

Komentar