Said Iqbal : Polda Hanya Berani Menangkap “Orang-Orang Kecil”

Nasional485 Dilihat

BuruhBeritaasatu.com – Presiden Konfederesi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal dan sejumlah aktifis Buruh menyayangkan sikap Polda Metro Jaya (PMJ) yang menangkap guru honorer asal Brebes, Mashudi yang mengirim Short Message Service (SMS) kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemnpan-RB), Yuddy Chrisnandi.

“Bayangkan saudara Mashudi yang telah mengabdi selama belasan tahun sebagai guru honorer Dan hanya digaji Rp350 ribu, dibela-belain dari Jakarta dijemput ke Brebes hanya, karena persoalan SMS,” ujar Iqbal di LBH Jakarta, Rabu (9/3/2016).

Menurutnya, Polda hanya berani untuk menangkap orang-orang kecil, seperti mahasiswa demo, Buruh demo, guru honorer dan masyarakat kalijodo. Tetapi tak pernah berani melakukan tindakan kepada pemilik modal.

“Rakyat kecil digebuk sedangkan yang mempunyai modal dilindungi. Apakah kepolisian memberikan kriminalisasi terhadap rakyat kecil untuk melindungi para pemodal kuat ?” Dikatakan oleh Iqbal

Untuk itu kata Iqbal, pihaknya meminta Polda Metro Jaya membebaskan Mashudi secepatnya. Dia mengancam akan melakukan aksi besar-besaran, jika permintaannya tidak dipenuhi.

Lebih lanjut, Iqbal juga meminta Menteri Yuddy memenuhi janjinya untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS sesuai dengan apa yang pernah disampaikanya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi IX DPR.

Iqbal menyayangkan sikap Yuddy yang justru menangkap Mashudi, karena mengirimkan SMS kepadanya.

“SMS yang dilakukan Mashudi masih dalam kerangka mempertanyakan janji Menteri Yuddy kepada guru honorer,” pungkasnya

Komentar