KAMMI: Kelompok LGBT Tak Layak Aktivitas di dalam Kampus

Nasional470 Dilihat

Beritaasatu – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendukung Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir yang juga disepakati oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan soal larangan keberadaan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) masuk kampus.

LGBTMenurut Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SBO) Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) M. Maulana S. A, kegiatan LGBT di dalam kampus bertentangan dengan norma masyarakat.

“Saya sangat mendukung pernyataan dari M. Nasir dan Zulkifli Hasan, kelompok LGBT seperti Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) memang tidak layak mengadakan acara di dalam kampus. Tentunya ini akan sangat meresahkan,” ungkap Maulana, Senin (25/1/2016).

Dijelaskan Maulana, LGBT sangat bertentangan dengan nilai budaya bangsa dan nilai Pancasila. Pada prinsip-prinsip dasar dalam pembukaan (prambule) UUD 1945 dinyatakan jelas bahwa kemerdekaan rakyat Indonesia “atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa” dan cara Negara mencapai Tujuan nya adalah bahwa negara Indonesia terbentuk dalam suatu susunan negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Maka, LGBT diantara nya merupakan sebuah aktivitas yang bertentangan dengan nilai dasar dan nilai luhur budaya Bangsa dalam Pancasila,” sebut dia.

Maulana pun berencana mengkoordinasikan kepada anggota-anggota KAMMI seluruh Indonesia untuk turut aktif mencegah masuknya kelompok tersebut di dalam kampus dan mengantisipasi maraknya kemunculan kelompok itu.

“Saya akan mengkoordinasikan kepada anggota KAMMI yang ada di kampus-kampus di seluruh Indonesia untuk menjaga kampus agar tidak mudah disusupi kelompok-kelompok yang bertentangan dengan Budaya dan Nilai Bangsa,” tukasnya.

Komentar