Kepala BIN Yang Baru Harus Benahi Alat Intelijen

Nasional536 Dilihat

priyoJakarta, beritaasatu.com – Pencalonan Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso mendapat tanggapan dari beberapa kalangan masyarakat yang pro dan kontra. Banyak kasus pelanggaran HAM yang mendera Sutiyoso selama masih menjabat di kemiliteran.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso berpendapat, Sutiyoso apabila menjadi Kepala Bandan Intelijen Negara (BIN) mempunyai pekerjaan yang besar dan harus dapat diselesaikan.

“Ada lima pekerjaan rumah kedepan yang harus diselesaikan salah satunya ancaman terhadap alat-alat intelijen negara yang tertinggal jauh dari negara-negara maju dan berkembang,” kata Priyo saat diskusi yang bertajuk “Harapan DPR RI kapada Calon Ka BIN Sutiyoso” di ruang Pers Room Nusantara III Gedung DPR RI, Jakarta, (17/6/15).

Lanjut Priyo, Kejahatan transnasional, perdagangan narkoba yang sudah masuk dalam batas wilayah anak-anak, BIN harus bisa melakukan pemberantasan melalui jaringan-jaringan internasional agar masuknya narkoba dari luar bisa termonitor.

“BIN harus bekerja keras untuk mengkoordinasi intelijen alat intelijen yang dimiliki Polri, Kejaksaan, dan intelijen lain berhak dikoordinasi dibawah BIN,” terangnya.

Walaupun demikian BIN tidak boleh mengabaikan matra darat, laut dan udara disinilah BIN harus bisa berkolaborasi dengan alat negara yang berkaitan langsung maupun tidak langsung.

“Sutiyoso punya kecakapan dan reputasi itu, masalah usia sutiyoso tinggal menjelaskan, sedangkan masalah Ketua Partai Sutiyoso harus melepas jabatan itu kalau tidak akan menjadi duri dalam daging.

Komentar