Jakarta, beritaasatu.com – Ditengah situasi ekonomi yang semakin sulit, dan tertutupnya lapangan kerja kini banyak orang mengalami frustasi lantaran tuntutan perut, nekat dan pada akhirnya menjadi pelaku kriminal.
Ketua Umum Gerakan Manusia Pancasila (GEMPA) Willy Prakarsa menyebutkan aksi begal motor kian marak terjadi di DKI meliputi Jabodetabek dan berakhir pelaku kriminal tersebut dibakar oleh massa di wilayah Pondok Aren Tangsel.
“Rentetan kejadian tersebut harus direnungkan bersama jangan menyudutkan salah satu pihak,” kata Willy, Rabu (25/2/2015).
Lebih lanjut, Willy mengemukakan agar adanya peristiwa tersebut untuk tidak saling menghujat, menyudutkan namun justru harus mencari jalan tengahnya yakni solusi.
“Coba bayangkan, jika hal tersebut terjadi pada keluarga atau saudara anda sebagai pelaku kriminal atau sebaliknya keluarga atau saudara anda menjadi korban dari pelaku kriminal. Mari kita intropeksi dan cari solusinya,” beber Willy.
Maka itu, lanjut Willy, saatnya sebagai masyarakat dengan hidup bergotong royong untuk kembali ciptakan rasa aman dilingkungan masing-masing. Hidupkan SISKAMLING (Sistem Keamanan Lingkungan) guna mempererat tali persaudaraan dalam kerangka Hablum Minan Nas.
“Efektifitas dari siskamling meminimalisir pelaku tindak kriminal, diperlukan kesadaran bersama peran Binmas dari Kepolisian memberi penyuluhan kepada masyarakat, hingga terbangun sinergisitas yang humanis sebagaimana slogan Polri ‘Polri Sahabat Masyarakat dan Masyarakat Sahabat Polri’,” terang dia.
Lebih jauh, Willy mengingatkan untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri kepada pelaku tindak kriminal. Sebab, kata Willy, hal itu adalah pola penghancuran yang jadi bahan tertawaan orang-orang asing.
“Ingatlah bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kita adalah satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Untuk wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya, GEMPA siap dukung upaya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono siap blusukan bertemu warga menciptakan sinergisitas rasa aman,” tukasnya.


Komentar