Jakarta – Puluhan massa mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Sarolangun Jambi Jakarta (Kama-Saroja) berunjuk rasa di Bareskrim Jakarta, Kamis (2/3). Mereka mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk segera memeriksa Anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hilatil Badri terkait dugaan penggunaan ijazah palsu.
“Kami minta agar segera tangkap Hilatil Badri karena terindikasi gunakan ijazah SMA palsu tahun 2004. Bareskrim harus segera memanggil Hilatil Badri,” kata Koordinator aksi Fahmi Saputra.
Dijelaskan dia, maraknya kasus pemalsuan dokumen dalam bentuk surat ataupun akta otentik merupakan sebuah kejahatan yang sudah terorganisir dan sudah sangat sering terjadi diseluruh pelosok negeri. Fahmi menyayangkan kerapnya anggota legislatif yang masih ditemukan melakukan aksi pemalsuan tersebut padahal jelas-jelas merugikan masyarakat.
“Kenapa ini bisa terjadi dan terus berulang,” sesal dia.
Menurut dia, hal ini disebabkan karena masih tingginya angka politik transaksional dan lobi-lobi politik bahkan sampai dengan money politik demi mendapatkan kursi diparlemen meskipun dengan cara melawan hukum dan menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan. Akhirnya dikemudian hari setelah resmi dilantik menjadi anggota legislatif semua data terungkap bahwa ada kejanggalan data tersebut.
“Berdasarkan hasil investigasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Sarolangun Jambi Jakarta (KAMA-SAROJA) dilapangan melalui Dinas terkait bahwa hasilnya sungguh luar biasa. Hilatil Badri diduga tidak mengikuti ujian atau dinyatakan tidak lulus ujian nasional pada tahun 1989 akan tetapi dia HB (Hilatil Badri) mempunyai ijazah yang diajukan pada Pileg tahun 2004 bagaimana mungkin bisa terjadi,” jelasnya.
Fahmi berharap jika benar itu terjadi maka pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan bisa memprosesnya secara hukum yang berlaku. Selain itu, kata dia, PDIP selaku partai pemenang pemilu, partai wong cilik atau partai pelopor reformasi sudah selayaknya lebih selektif lagi dalam menjaring kader-kader partai didaerah yang bisa menjadi preseden buruk dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap parpol.
“Potensi seperti ini jangan sampai terulang kembali,” tukasnya.







Komentar