Jakarta – Mantan Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menegaskan bahwa desakan demo 4 November yang dihadiri ribuan demonstran didepan Istana Negara, justru membuat calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) makin melenggang menuju satu putaran di Pilkada DKI 2017.
“Makin kinclong Ahok, makin mantab. Makin yakin aku, Ahok menang satu putaran,” tegas Ruhut, Minggu (6/11/2016).
Anggota Komisi III itu mengaku aneh jika ada tekanan massa dalam demo itu agar Ahok segera dipenjara. Sebab, kata dia, Indonesia adalah negara hukum, jadi tidak main hakim sendiri untuk memenjarakan seseorang. Kata dia, Ahok diperiksa lantaran kehendak hukum, dan kehendak Undang-Undang bukan kehendak rakyat.
“Emangnya apa, kita ini negara hukum bos, kok main desak dipenjara. Emangnya bisa desak-desak. Emang Ahok diperiksa karena kehendak rakyat, hey Ahok diperiksa karena kehendak hukum, kehendak UU, bukan kehendak rakyat. Demo itu kurang banyak, kemarin bilangnya sejuta (orang),” tutur dia.
Lebih lanjut, Ruhut mengacungi jempol buat TNI/Polri yang memberikan pengamanan disaat aksi demo kemarin. Dia merasa miris demo tersebut berujung pada aksi anarkis oleh para demonstran, padahal semula mereka mengatakan aksi berlangsung damai.
“Kalo soal demo kemarin aku acungkan jempol buat Polri dan TNI. Katanya aksi damai, nyatanya rusuh kan. Demo yang pertama taman mati semua, Kalau kita gak ada lawan lah, kalau kita EGP (emang gue pikirin). Gak ada masalah lah,” beber dia.
Ruhut menyakini jika nantinya penyebar video Buni Yani bakal menjadi tersangka di kasus tersebut.
“Seharusnya jadi tersangka ya Buni Yani. Buni Yani itu harus jadi tersangka. Dia sudah mengakui dia ngurangin kata-katanya walaupun dengan tidak sengaja. Provokator kan dia,” beber dia.
Dia pun mengaku aneh jika ada yang berpandangan para demonstran bahwa Polisi tidak bekerja untuk memproses kasus tersebut. Sehingga, Ruhut menilai massa yang ikut aksi tersebut tidak dibekali pengetahuan lebih terkait proses hukum Ahok.
“Itu yang pendemo kemarin tidak tahu minta Polri bekerja, emang mereka gak tahu kalo polisi sudah bekerja. Polisi sudah bekerja kok. Artinya, massa yang mereka kumpulkan itu gak mereka bekali pengetahuan kan. Kaget kan, Ahok tanpa dipanggil aja datang (ke Bareskrim Mabes Polri), tanpa diminta aja dia sudah minta maaf walau dia merasa tidak bersalah, hebat gak tuh,” jelasnya.
Lebih jauh, Ruhut menyayangkan jika ada pihak-pihak yang terprovokasi dibalik insiden 4 November kemarin. Maka itu, Ruhut memastikan tidak ada kondisi yang perlu di redahkan terkait situasi nasional saat ini.
“Apa yang harus diredain, memang kondisinya begini dan aku ngomong fakta kok. Aku gak ngomong apa-apa untuk menyenangi orang. Ahok gak akan jadi tersangka kata Ruhut. Orang mau marah kenapa, emang gue pikirin?. Kami enggak ada takutnya. Kita sudah ada tentara, kita sudah ada polisi, kita enggak ada takutnya, kita negara hukum, kita negara pancasila. Jadi jangan kau bilang redain, ngapain diredain. Orang gak ada yang perlu diredain kok. Itu kan orang-orang yang gak tau masalah yang terprovokasi. Sosial media gak ada yang panas, nyatanya aman-aman aja kok, rakyat banyak yang minta selfie (dengan Ahok), mereka aja yang takut orang nasrani jadi Gubernur,” papar dia.
“Janganlah takut, kita ini negara Pancasila yang tidak mengenal mayoritas dan minoritas, kita semua sama. Siapapun yang membuat kerja baik, tidak korupsi, ya ini yang kita dukung. Ahok orang yang seperti itu. Nyatanya yang banyak korupsi dari mana ?,” tukasnya.







Komentar