Jakarta – Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Untuk Keadilan (Amalan) Rakyat menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa sejumlah dugaan skandal Mega Proyek di Kementrian PUPR dibawah pimpinan DR Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono.
“Kami menduga banyak proyek tersebut kuat beraroma korupsi dan sarat penyimpangan,” tegas aktivis Amalan Rakyat Frans Freddy, Sabtu (5/11/2016).
Disebutkan Frans, skandal itu dimulai dari
Pembangunan Waduk di Pindol Lolak Kabupaten Bolmong Provinsi Sulawesi Utara yang menelan anggaran berjumlah hampir satu Triliun, kemudian proyek Revitalisasi Danau Tondano serta Proyek Pemecah Ombak di Kabupaten Minahasa Selatan.
Aktivis Anti korupsi itu mendesak kepada Menteri PUPR melakukan investigasi secara mendalam terkait temuan itu.
“Jangan sampai ada kesan turut serta dalam dugaan korupsi tersebut. Kami menduga kuat ada konspirasi yang melibatkan Pejabat Eselon II untuk memenangkan sejumlah Proyek di Kementerian PUPR,” beber dia.
Selain itu, Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan meminta KPK memeriksa salah satu Komisaris Utama di perusahaan yang memenangkan Tender Mega Proyek tersebut.
“Kami data sudah ada, mungkin pekan depan kami akan lakukan demonstrasi dan memberikan langsung laporannya ke KPK,” tandasnya.













Komentar