Tak Ingin Kejadian Hambalang 2, Perwakilan Kemenpora Koordinasi dengan KPK

Hukum287 Dilihat

Beritaasatu – Pejabat perwakilan dari Kemenpora, Kementerian PU-PERA dan BPKP dijadwalkan melakukan kunjungan ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said Jakarta, Senin (28/3/2016).

Dalam hal ini, Kemenpora mulai mengambil langkah strategis demi mewujudkan rencana melanjutkan megaproyek kompleks olahraga Hambalang dengan berkoordinasi dengan lembaga antirasiah untuk mengetahui rambu-rambu yang harus ditaati setelah mendapatkan lampu hijau.

HambalangNampak Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot Dewa Broto bersama perwakilan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyambangi Gedung KPK membahas kelanjutan proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Hambalang.

Gatot mengaku kedatangannya kali ini tidak ingin salah langkah dan berharap tidak ada kejadian kasus Hambalang kedua.

“Kami datang ke sini karena tidak ingin salah langkah, jangan sampai ada Hambalang yang kedua,” ujar Gatot.

Pertemuan ini dilakukan sebagai salah satu persiapan untuk Sidang Kabinet Terbatas yang digelar pada Selasa, 29 Maret 2016. Dan sesuai dengan kunjungan Presiden ke Hambalang 18
Maret 2016, Kemenpora diberikan arahan agar secepatnya mengkaji proyek yang terbengkalai itu.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan dalam beberapa minggu ke depan kajian proyek sarana olah raga ini akan tuntas. Agar Presiden Jokowi bisa mengambil keputusan.

“Tim kami bersama akan memberikan alternatif kepada Presiden. Apakah akan berlanjut atau bagaimana, nanti Bapak Presiden yang memutuskan,” tuturnya.

Lebih jauh, Gatot mengemukakan jika megaproyek tersebut dilanjutkan audit harus dilakukan matang-matang sehingga tidak ada potensi kerugian negara jika melanjutkan proyek tersebut.

“Harus ada audit yang lebih lengkap jangan sampai mubazir,” pungkasnya.

Komentar