Iniloh Petarung Polri yang Lolos Tahap Ke 3 Capim KPK Jilid IV

oleh -16.435 views

Capim-KPK1-441x294Beritaasatu – Tiga Perwira Tinggi Kepolisian Republik Indonesia dan satu purnawirawan berhasil lolos tahap kedua seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019.

Berikut informasi singkat tentang keempat perwira tinggi Polri, baik yang aktif maupun purnawirawan, yang berhak mengikuti tahap ketiga seleksi capim KPK 2015 itu:

1. Inspektur Jenderal Polisi Dr. H. Syahrul Mamma SH, MH. Lahir di Ujungpandang, Sulawesi Selatan, 26 Februari 1958. Pernah nyantri di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Lulus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Jurusan Kepolisian tahun 1983 sebagai salah satu dari 30 lulusan dengan nilai terbaik dan mendapat jatah masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tanpa tes. Berpengalaman dalam bidang reserse. Terakhir menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Sumber Daya Manusia (Pati SSDM) Polri Penugasan di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Bidang Kordinasi Keamanan Nasional.

2. Irjen Pol Drs. Yotje Mende, SH, M.Hum. Lahir di Tolitoli, Sulawesi Tengah, 8 Juli 1957. Lulus AKABRI Jurusan Kepolisian pada 1981. Sekitar 20 tahun berpengalaman dalam bidang hukum terutama reserse dan kriminal. Jabatan terakhir adalah Kepala Kepolisian Daerah Papua.

3. Brigadir Jenderal Pol Basaria Panjaitan, SH, MH. Lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 20 Desember 1957. Gelar sarjana hukum didapat dari Universitas Jayabaya pada 1984. Lulusan Sekolah Calon Perwira (Sepa) Polri di Sukabumi, Jawa Barat. Pangkat pertamanya inspektur dua dan langsung ditugaskan di Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Bali. Saat ini menjabat sebagai Widyaiswara Madya (pengajar senior) Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

4. Irjen Pol (Purnawirawan) Rudiard Manalaksak Linggom Tampubolon. Lulus AKABRI Jurusan Kepolisian pada 1981, seangkatan dengan mantan Kapolri Jendral Soetarman. Pada 17 Februari 2014 diangkat menjadi Koordinator Staf Ahil Kapolri. Dalam rangka pensiun, mejabat Pati Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polri.

Keempatnya merupakan bagian dari 48 orang yang disepakati layak mengikuti tahap selanjutnya oleh sembilan anggota Panitia Seleksi Capim KPK (Pansel KPK) 2015. “48 itu adalah yang nilainya tertinggi,” ujar Juru Bicara Pansel KPK, Betti Alisjahbana, saat dihubungi lewat telepon, Rabu (2015-07-15).

Betti menjelaskan ada empat dasar penilaian dari seleksi tahap II ini. Pertama adalah hasil tes objektif. Kedua adalah hasil pembuatan makalah. Ada dua makalah yang wajib dibuat oleh peserta seleksi, yakni terkait metode pemberantasan korupsi dan gambaran permasalahan korupsi di Indonesia. Dalam menilai makalah, Pansel KPK dibantu 15 orang tim penilai independen, di mana tiap satu makalah diperiksa oleh tiga orang penilai.

Yang ketiga adalah makalah diri yang diserahkan peserta seleksi pada saat mendaftar dan saat hendak mengikuti tes seleksi tahap II 8 Juli lalu. Dan yang keempat adalah tanggapan dari masyarakat. Masukan dari masyarakat ini sendiri akan dibuka hingga 3 Agustus mendatang lewat situs resmi Sekretariat Negara di alamat www.capimkpk.setneg.go.id.

Keempat Pati Polri itu berhak mengikuti tes tahap ketiga yang berupa profile assessment (penilaian kepribadian dan kompetensi) pada 27 dan 28 Juli mendatang. Mereka yang lolos tahap III ini akan masuk dalam daftar pendek capim KPK dan akan diumumkan pada 12 Agustus 2015. Saat dikonfirmasi, Betti mengaku belum mengetahui berapa jumlah peserta yang akan masuk daftar pendek ini.

Kemudian, mereka yang masuk daftar pendek itulah yang berhak mengikuti tes kesehatan pada 18 Agustus 2015 dan tes wawancara pada 24-27 Agustus 2015. Selanjutnya Pansel KPK akan melaporkan delapan nama hasil seleksi capim KPK 2015 ke presiden pada 31 Agustus 2015. Delapan nama inilah yang kemudian akan serahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk dipilih menjadi pimpinan KPK periode 2015-2019.

Comment