Beritaasatu – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) KPK jilid IV untuk proaktif dalam proses penyeleksian.
Bahkan, menurut Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, pansel diminta untuk tidak menunggu calon yang mendaftar, tapi melakukan upaya jemput bola.
“Metode jemput bola bisa saja dilakukan jika pansel merasa itu efektif untuk menjaring calon yang mumpuni,” kata Priharsa, di Jakarta, Senin (25/5/2015).
Lebih lanjut, Priharsa berharap pansel dapat merumuskan metodologi assessment tepat yang sanggung menyaring calon-calon pemimpin KPK.
“KPK berharap dengan metodologi assessment yang tepat, delapan orang capim terpilih nanti seluruhnya ideal untuk memimpin KPK dalam empat tahun ke depan,” ujarnya.
Lebih jauh, mengenai penelusuran rekam jejak capim KPK dan waktunya, kata Priharsa, tergantung dengan pansel.
“Mekanismenya pansel yang akan menentukan. Apakah sampai ke rekam jejak atau cukup dokumen dan surat pernyataan,” pungkasnya.







Komentar