Kecewa dengan Pimpinan KPK, Demonstran Bawa Kuda Troya

Hukum151 Dilihat

kuda troyaJakarta, beritaasatu.com – Puluhan massa tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Dari Aceh Hingga Papua menggelar aksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (4/3/2015).

Mereka mengecam langkah Plt. Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memilih melimpahkan kasus dugaan gratifikasi Komjen Pol Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Aksi kali ini terlihat berbeda dengan ‘Kuda Troya’ yang diarak masuk hingga ke dalam pelataran Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. “Kita bawa kuda Troya sebagai simbol bahwa KPK telah disusupi oleh Plt KPK untuk dihancurkan dari dalam,” tutur anggota LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa

Menurut Alghiffari pelimpahan kasus tersebut menunjukkan bahwa Pimpinan KPK terutama Plt Pimpinan KPK yang berpikir sangat pragmatis, tidak independen, tidak berani dalam menuntaskan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik.

“Kita kecewaan terhadap pimpinan KPK yang tidak mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusan praperadilan kasus BG. Hal ini memperlihatkan tidak seriusnya pimpinan saat ini dalam mempertanggungjawabkan langkah-langkah pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Alghifari menilai bahwa sejak adanya Plt Pimpinan justru telah merusak keberanian dan semangat lembaga superbodi ini dalam pemberantasan korupsi.

“Karena itu kami menyatakan Mosi tidak percaya terhadap Plt Pimpinan KPK khususnya Ruki cs yang telah membunuh semangat pemberantasan korupsi dan kepercayaan publik terhadap KPK saat ini,” tandasnya.

Kami memberikan dukungan kepada pegawai KPK yang telah menyatakan sikap kekecewaannya terhadap keputusan-keputusan pimpinan KPK. Bentuk protes pegawai KPK merupakan bentuk wujud keberanian dalam pemberantasan korupsi.

Selain membawa patung Kuda Troya mereka juga membawa dua karangan bunga duka cita yang bertuliskan ‘Turut Berduka Cita atas Wafatnya KPK oleh Plt dan Pimpinan KPK’. Selain itu mereka juga menggelar teatrikal yang menggambarkan proses pelimpahan kasus dari KPK ke Kejagung.

Komentar