SDA Berharap Plt Pimpinan KPK Tidak Menjadi Alat Politik

Hukum, Politik150 Dilihat

 

suryadharma aliJakarta, beritaasatu.com – Terpilihnya Plt pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki mengundang banyak komentar tentang peran Ruki sebagai Plt untuk kepentingan Politik, termasuk dari bekas Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana haji oleh KPK.

SDA berharap, semoga plt baru tidak jadikan KPK kekuatan politik untuk memberi penekanan sana sini.

“Dengan adanya plt baru saya harap KPK semakin kuat, tapi proporsional dan mengedepankan hukum,” ujar SDA di saat konferensi pers di kawasan Ampera, Jakarta Selatan,  (23/2/02/15).

Selain itu, SDA juga berkomentar bahwa ditetapkannya Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sebagai tersangka adalah hal yang biasa. Pasalnya, ia menilai bahwa manusia adalah sumber kesalahan.

“Bagi saya dan menguatkan apa yang saya yakini bahwa ajaran agama saya mengatakan manusia adalah tempatnya kesalahan. Tidak ada manusia yang suci dan terhindar dari segala kesalahan,” terangnya.

Sebelumnya salah seorang kuasa hukum Suryadharma Ali, Johnson Panjaitan, menuding kliennya dijadikan komoditas politik oleh Abraham Samad ketika menggelar pertemuan tertutup dengan petinggi PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat masa Pemilu Presiden 2014.

“Suryadharma Ali dijadikan transaksi politik oleh Abraham Samad sebagai Ketua KPK,” jelasnya.

Johnson menuding penetapan tersangka kliennya merupakan hasil transaksi Abraham dengan petinggi PDI-P itu. Ia mengacu pada tulisan “Rumah Kaca” yang menjadi salah satu bukti dalam sidang praperadilan antara Komjen Budi Gunawan dan KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. (Re)

 

Komentar